Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Miris, Penyumbang Emas Tinju Bali Mengais Rejeki di Meja Hijau
Selasa, 20 Maret 2018,
17:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, Di era tahun 1990-an nama Pino Bahari sempat jadi sosok yang dinantikan di setiap ajang tinju. Berbagai medali pun, ia torehkan untuk Bali bahkan untuk Indonesia.
[pilihan-redaksi]
Kini petinju yang dikenal jab mematikan itu tidak lagi terlihat. Siapa sangka, pria berumur 45 tahun ini lebih sering terlihat di Pengadilan Negeri Denpasar. Ternyata, di sela-sela kesibukannya sebagai pelatih untuk Pertina Badung, Pino mencoba mengais rejeki dengan memanfaatkan keahlian bahasa Ingris yang dimilikinya.
Kini petinju yang dikenal jab mematikan itu tidak lagi terlihat. Siapa sangka, pria berumur 45 tahun ini lebih sering terlihat di Pengadilan Negeri Denpasar. Ternyata, di sela-sela kesibukannya sebagai pelatih untuk Pertina Badung, Pino mencoba mengais rejeki dengan memanfaatkan keahlian bahasa Ingris yang dimilikinya.
"Kerjaan sebagai penerjemah kebetulan karena saya banyak kenal para pengacara. Jadi saya mencoba untuk ambil kerjaan ini untuk penerjemah bahasa Ingris dari para terdakwa asing," tutur petinju yang sudah tiga kali menyumbang Emas untuk Bali di PON.
Ditemui di sebuah kantin Pengadilan Negeri Denpasar, Pino mengaku sejauh ini belum melihat perhatian pemerintah untuk atlet tinju berprestasi. Ia berharap agar ke depan ada semacam undang-undang Olahraga yang dapat memperjuangkan para atlet berpreatasi.
"Perhatian pemerintah terhadap para atlet tentu jadi dambaan kita semua khususnya atlet berprestasi. Dengan adanya undang-undang yang mengatur tentang nasib atlet ke depannya, setidaknya ada jaminan masa depan bagi para atlet. Seperti halnya jenjang pensiun bagi atlet berprestasi," harapnya, Selasa (20/3).
[pilihan-redaksi2]
Ia meyakini jika nasib dari atlet terpenuhi Sudah tentu akan lebih mudah dalam meregenerasi atlet di masa mendatang.
Ia meyakini jika nasib dari atlet terpenuhi Sudah tentu akan lebih mudah dalam meregenerasi atlet di masa mendatang.
"Mencari atlet tinju untuk pemula sulit pak. Jika nasib dan karier dari atlet terjamin, saya rasa akan mudah dalam mencari regenerasi," akunya.
Dikenangnya, terakhir di PON 1996 ia sumbangkan emas untuk Bali. Sebelumnya juga pada PON 1993 dan 1989. "Untuk di tingkat Asean Games saya sumbangkan emas pada tahun 90. Semua medali yang saya peroleh saat turun di Kelas Menengah 75 kg," pungkas nya.(bbn/maw/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2512 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026