Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pagerwesi Tidak Berkaitan Dengan Larangan Penggunaan Peralatan Besi
Rabu, 21 Maret 2018,
13:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si menegaskan tidak ada kaitan hari Pagerwesi dengan larangan penggunaan peralatan berbahan besi, kendati terdapat masyarakat yang menganut kepercayaan tersebut, terutama di bidang pertanian.
[pilihan-redaksi]
“Hal itu dikaitkan dengan kata pagar dan wesi, ada kepercayaan tidak dibolehkan menggunakan bahan dari besi khususnya di bidang pertanian. Hanya dikaitkan saja, tapi prakteknya tidak demikian karena secara filosofis adalah pemujaan kepada Sang Hyang Guru” jelas Sudiana saat dikonfirmasi di Denpasar pada Rabu (21/3)
“Hal itu dikaitkan dengan kata pagar dan wesi, ada kepercayaan tidak dibolehkan menggunakan bahan dari besi khususnya di bidang pertanian. Hanya dikaitkan saja, tapi prakteknya tidak demikian karena secara filosofis adalah pemujaan kepada Sang Hyang Guru” jelas Sudiana saat dikonfirmasi di Denpasar pada Rabu (21/3)
Sudiana menyampaikan hari Pagerwesi merupakan rangkaian dari hari Raya Saraswati yang datangnya 6 bulan sekali. Dikatakan jika hari saraswati sebagai turunya ilmu pengetahuan dan pemujaan terhadap Tuhan sebagai penguasa ilmu pengetahuan, sedangkan pada Rabu wuku Kliwon Pagarwesi sebagai hari pemujaan kepada Sanghyang Pramesti Guru yakni gurunya alam semesta.
“Sebagai wujud syukur dan perhormatan kepada Tuhan yang telah menurunkan ilmu pengetahuan di dunia, dan manusia yang harus hormat dan bakti kepada guru yaitu Catur Guru,” kata Sudiana yang juga merupakan Rektor IHDN.
[pilihan-redaksi2]
Menurut Sudiana, barang siapa yang bakti dan hormat kepada guru dan mengamalkan ajarannya maka ia akan menjadi orang sukses dalam kehidupannya. “Guru antara lain Guru Swadiaya yaitu Tuhan itu sendiri. Guru Rupaka adalah orang tua, Guru Wisesa adalah pemerintah dan guru pengajian yakni guru yg mengajarkan kita di dunia” papar Sudiana.
Menurut Sudiana, barang siapa yang bakti dan hormat kepada guru dan mengamalkan ajarannya maka ia akan menjadi orang sukses dalam kehidupannya. “Guru antara lain Guru Swadiaya yaitu Tuhan itu sendiri. Guru Rupaka adalah orang tua, Guru Wisesa adalah pemerintah dan guru pengajian yakni guru yg mengajarkan kita di dunia” papar Sudiana.
Sebelum sampai pada hari Pagerwesi, terdapat Hari Banyu Pinaruh yang bermakna mengalirnya ilmu pengetahuan kepada manusia. Keesokan harinya pada hari Senin dikenal sebagai hari Soma Ribek yang bermakna turunnya kemakmuran di dunia setelah dikuasainya ilmu pengetahuan oleh manusia.(bbn/mul)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026