Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Konon Tempat "Memukur" Jero Dukuh Sakti, Pemukuran Mulai Ramai Kunjungan
Kamis, 31 Mei 2018,
22:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com,Karangasem. Sejak ditata 19 Mei 2018 lalu, objek wisata yang belum banyak dikenal dan biasa disebut masyarakat dengan nama Pemukuran kini mulai ramai dikunjungi.
[pilihan-redaksi]
Terletak di Dusun Dukuh, Desa Sibetan Bebandem, Karangasem destinasi wisata yang menyajikan keindahan pemandangan hamparan perbukitan dan lautan lepas ini membuat para pengunjung betah berlama-lama berada di Pemukuran.
Terletak di Dusun Dukuh, Desa Sibetan Bebandem, Karangasem destinasi wisata yang menyajikan keindahan pemandangan hamparan perbukitan dan lautan lepas ini membuat para pengunjung betah berlama-lama berada di Pemukuran.
Pemukuran sendiri tidaklah hanya sekedar nama belaka, menurut cerita warga setempat, dikatakan tepat di lokasi wisata tersebut konon adalah lokasi upacara "Memukur" Jero Dukuh Sakti pada masa lampau sehingga sampai saat ini tempat tersebut disebut "Pemukuran".
Menurut Kepala wilayah stempat, I Komang Edi Saputra, pemukuran sendiri saat ini mulai ditata oleh Banjar Adat Dukuh. Dimana lahan tempat wisata pemukuran ini milik pribadi salah satu warga Dukuh. Hanya saja untuk pengelolaannya dilakukan oleh pihak Banjar Adat dengan sistem kontrak dengan pemilik.
"Ini lahan milik pribadi, Kita pihak Banjar adat ngontrak dengan warga bersangkutan," ujar Komang Edi.
Dalam setahun, Komang mengatakan nilai kontraknya dalam setahun yakni berjumlah Rp1 juta itu dibayar melalui cikreman krama Banjar Adat. Namun pemilik lahan yang lainnya berjumlah sekitar 6 KK juga luput dari ayah-ayahan atau kewajiban di Banjar Adat selama tanah tersebut dikontrak.
Sementara itu berdasarkan pantauan dilokasi, 12 hari dibuka terlihat banyak pengunjung mulai berdatangan, hanya saja kali ini terbilang paling ramai karena bertepatan dengan hari raya umanis Galungan. Kendati belum banyak fasilitas, namun suguhan pemandangan cukup membuat para wisatawan betah berada dipemukuran.
[pilihan-redaksi2]
Para wisatawan yang mengunjungi "Pemukuran" didominasi oleh anak anak muda. Namun tak jarang juga ada yang mengajak keluarganya untuk menikmati pemandangan alam. Disisi lain, bagi para pengunjung dilarang keras membawa minuman beralkohol ke pemukuran. Jika kedapatan maka akan dilakukan langkah teguran sesuai perarem yang telah disepakati bersama. Untuk saat ini, bagi wisatawan yang datang tidak dipungut biaya apapun, termasuk untuk parkir juga digratiskan.
Para wisatawan yang mengunjungi "Pemukuran" didominasi oleh anak anak muda. Namun tak jarang juga ada yang mengajak keluarganya untuk menikmati pemandangan alam. Disisi lain, bagi para pengunjung dilarang keras membawa minuman beralkohol ke pemukuran. Jika kedapatan maka akan dilakukan langkah teguran sesuai perarem yang telah disepakati bersama. Untuk saat ini, bagi wisatawan yang datang tidak dipungut biaya apapun, termasuk untuk parkir juga digratiskan.
Sementara itu menurut Kepala Desa Sibetan, I Nengah Kompyang Suarjana, SH yang kebetulan berada dilokasi mengatakan, tahun depan pihaknya akan menganggarkan dana untuk pembuatan anjungan untuk spot selfi dan beberapa fasilitas lainnya secara bertahap.
"Ya kita dukung sepenuhnya, nanti bisa juga kerja sama dengan Bumdes, Komitmen kita terutama dalam menata dan masalah kebersihannya karena kedua hal tersebut disamping keamanan membuat kenyamanan bagi pengunjung," ujarnya.
Sementara itu, menurut salah satu pengunjung I Wayan Wita, (24) asal Selat, Karangasem mengaku penataannya sudah cukup bagus. Dirinya sudah beberapa kali datang ke Pemukuran tak jarang bersama teman-teman untuk menikmati indahnya pemandangan. (bbn/igs/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026