Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ineks Bagus untuk Berhubungan Seks?
Konsultasi Seksologi dr.Oka Negara, FIAS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tanya : "Dok, benar nggak nih kalau menggunakan ineks malah bagus buat berhubungan seks, tambah kuat, dan tidak berbahaya?” (Roy, 21th)
Jawab: Sudah terlalu banyak penelitian yang menjelaskan tidak ditemukan efek yang benar-benar positif dari penggunaan narkoba pada hubungan seksual. Kalaupun dirasakan ada, semua sifatnya adalah bukan efek pasti, tetapi justru karena efek dari karakter narkobanya semata. Ineks atau ekstasi yang merupakan narkoba jenis stimulansti memberi efek membuat otak dipacu bekerja lebih dari semestinya, sehingga terkesan bahwa ada manfaat dalam meningkatkan potensi seksual. Padahal itu keliru, ibaratnya hanya dipacu sejenak dan kendor setelahnya.
Kalaupun tetap dipaksakan dan akhirnya seseorang terbiasa untuk menggunakan narkoba dalam berhubungan seks, mereka akan merasa tidak berdaya untuk berhubungan seks normal tanpa bantuan narkoba. Ini disebabkan oleh adanya ketergantungan psikis terhadap jenis narkoba tertentu sehingga berakibat negatif pada fisik, terutama fungsi motorik organ seksual. Dalam prakteknya di lapangan malah sering kali banyak juga yang bereksperimen dengan mencampurnya dengan bahan atau obat lain. Ini malah bisa jadi lebih berbahaya. Mencampur alkohol dengan ineks dapat meningkatkan tekanan pada jantung secara tajam.
Sangat banyak yang masih percaya ineks dapat meningkatkan kenikmatan dan kualitas seks. Sayangnya, semuanya sama sekali tidak memiliki dasar ilmiah. Justru yang kerap terjadi malah sebaliknya. Dan sudah banyak kasus fatal, nyawa melayang gara-gara ineks, yang merupakan turunan amfetamin ini.
Dalam riset yang menghubungkan antara ineks dan kenikmatan seks disebutkan justru ineks bertendensi membuat laki-laki menjadi sulit mengalami ereksi yang maksimal. Ineks sering membuat penggunanya menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan atau sensasi seksual lainnya, namun pada akhirnya ineks sesungguhnya membawa efek terbalik pada kebanyakan pengguna sehingga menurunkan kenikmatan seksual. Efek lanjutnya juga jika ineks digunakan dalam jangka waktu lama akan menimbulkan depresi yang kemudian akan menuju kepada disfungsi ereksi psikogenik.
Jadi, sesungguhnya semua efek psikis yang diduga membantu potensi seksual yang ditimbulkan narkoba sangat tergantung pada dosis, situasi, mood dan kebugaran seseorang. Bisa jadi anda menyukai seks ketika “fly” karena narkoba atau alkohol. Namun hal ini tidak dapat bertahan lama, satu per satu masalah akan muncul. Itu artinya efek yang dikejar selama ini adalah efek palsu. Seringkali kekuatan sugesti otak manusia yang mampu mendominasi untuk mempersepsi efek tertentu yang kemudian diyakini sebagai sebuah kebenaran, padahal kebenaran sesungguhnya yang terjadi adalah sebaliknya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1978 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun