Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Gede Buka Peluang Aquascaping di Bumi Lahar
Rabu, 13 Juni 2018,
08:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com,Karangasem. Seni Aquasceping atau seni menciptakan sebuah lanskap di dalam akuarium nampaknya belum begitu populer. Padahal jika ditekuni selain indah dipandang peluang ekonomi Aquascaping juga cukup menjanjikan.
[pilihan-redaksi]
Gede Blori, salah satu penghobi Aquascaping asal Karangasem mencoba memperkenalkan hobi uniknya tersebut di bumi lahar, Karangasem dengan cara ikut serta pada pameran PKB Karangasem. Dalam stand tersebut, ia mengungkapkan cara membuat dan memeliharanya.
Gede Blori, salah satu penghobi Aquascaping asal Karangasem mencoba memperkenalkan hobi uniknya tersebut di bumi lahar, Karangasem dengan cara ikut serta pada pameran PKB Karangasem. Dalam stand tersebut, ia mengungkapkan cara membuat dan memeliharanya.
"Untuk di Karangasem sebenarnya sudah ada peminatnya, hanya saja sedikit dan belum ada komunitasnya," kata Blori.
Menurutnya, hobi Aquascaping ini hampir mirip dengan hobi bonsai, perawatan dan segala sesuatunya hampir sama hanya saja Aquascaping menggunakan media aquarium sebagai tempatnya bukan di pot.
Selain itu, Aquascaping ini berbeda dengan aquarium yang menonjolkan ikan hiasnya sebagai pemandangan utama. Aquascaping justru lebih menonjolkan sisi lanskap keindahan desain pemandangan bawah air dengan perpaduan tanaman air seperti lumut, anubias serta tanaman hias air lainnya sehingga ika- ikan yang dipergunakan kebanyakan mempergunakan ikan yang berukuran kecil.
Bagi para pemula yang ingin membuat sendiri aquascaping ini, perlu memperhatikan beberapa faktor seperti, jenis tanaman air yang dipilih, bahan yang ingin dipergunakan seperti untuk bebatuan, pasir hingga jenis kayu yang akan dipergunakan. Setelah semua itu dipersiapkan rangkai sesuai dengan yang diinginkan.
Setelah semuanya selesai selanjutnya untuk pemeliharaan dan kelangsungan hidup tumbuhan air yang mulai ditanam tersebut perlu juga diperhatikan sistem pencahayaanya karena cahaya salah satu unsur penting yang berfungsi sebagai pengganti sinar matahari yang diperlukan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis. Selain itu, asupan Karbondioksida (Co2) juga harus diperhatikan karena menjadi makanan bagi tanaman.
Hal tersebutlah yang menjadi penentu aquascaping itu berhasil atau tidaknya. Setelah tanaman air mulai tumbuh, harus diberi pupuk secara teratur. Temperatur air di dalam aquascaping ini juga sangat penting untuk menjaga kelangsungan tanaman di dalamnya sehingga dalam jangka waktu beberapa hari sekali harus dilakukan penggantian air. Jika semua itu sudah dilakukan maka dalam waktu dua mingguan tanaman baru mulai terlihat tumbuh.
"Kalo lihat kondisi dan temperatur air yang ada, untuk aquascaping cocok di Karangasem," ujarnya.
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu, di Karangasem sendiri ada beberapa jenis lumut air tawar yang ditemukan, seperti di Tirta Gangga, dirinya mengatakan ada 4 jenis lumut yang ditemukan diantaranya Ricardia, Java mose, Spiki dan Wiping. Hanya saja untuk batang pohon miniatur yang dipergunakan cukup sulit ditemukan.
Sementara itu, di Karangasem sendiri ada beberapa jenis lumut air tawar yang ditemukan, seperti di Tirta Gangga, dirinya mengatakan ada 4 jenis lumut yang ditemukan diantaranya Ricardia, Java mose, Spiki dan Wiping. Hanya saja untuk batang pohon miniatur yang dipergunakan cukup sulit ditemukan.
Kebanyakan pohon yang ada di Karangasem meski memiliki karakter keras namun setelah di dalam air jadi cepat hancur, untuk itu para peminat aquascaping disarankan menggunakan pohon import jenis Rasa mala. Pohon ini menurut Blori cukup tahan didalam air meski tak sebagus kayu Sentigi namun bisa bertahan sekitar 5 tahunan.
"Untuk satu aquascaping jadi berukuran 45x40x40 cm, dihargai sekitar Rp. 1,5 juta," akunya. (bbn/igs/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5969 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026