Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Gede Buka Peluang Aquascaping di Bumi Lahar
Rabu, 13 Juni 2018,
08:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com,Karangasem. Seni Aquasceping atau seni menciptakan sebuah lanskap di dalam akuarium nampaknya belum begitu populer. Padahal jika ditekuni selain indah dipandang peluang ekonomi Aquascaping juga cukup menjanjikan.
[pilihan-redaksi]
Gede Blori, salah satu penghobi Aquascaping asal Karangasem mencoba memperkenalkan hobi uniknya tersebut di bumi lahar, Karangasem dengan cara ikut serta pada pameran PKB Karangasem. Dalam stand tersebut, ia mengungkapkan cara membuat dan memeliharanya.
Gede Blori, salah satu penghobi Aquascaping asal Karangasem mencoba memperkenalkan hobi uniknya tersebut di bumi lahar, Karangasem dengan cara ikut serta pada pameran PKB Karangasem. Dalam stand tersebut, ia mengungkapkan cara membuat dan memeliharanya.
"Untuk di Karangasem sebenarnya sudah ada peminatnya, hanya saja sedikit dan belum ada komunitasnya," kata Blori.
Menurutnya, hobi Aquascaping ini hampir mirip dengan hobi bonsai, perawatan dan segala sesuatunya hampir sama hanya saja Aquascaping menggunakan media aquarium sebagai tempatnya bukan di pot.
Selain itu, Aquascaping ini berbeda dengan aquarium yang menonjolkan ikan hiasnya sebagai pemandangan utama. Aquascaping justru lebih menonjolkan sisi lanskap keindahan desain pemandangan bawah air dengan perpaduan tanaman air seperti lumut, anubias serta tanaman hias air lainnya sehingga ika- ikan yang dipergunakan kebanyakan mempergunakan ikan yang berukuran kecil.
Bagi para pemula yang ingin membuat sendiri aquascaping ini, perlu memperhatikan beberapa faktor seperti, jenis tanaman air yang dipilih, bahan yang ingin dipergunakan seperti untuk bebatuan, pasir hingga jenis kayu yang akan dipergunakan. Setelah semua itu dipersiapkan rangkai sesuai dengan yang diinginkan.
Setelah semuanya selesai selanjutnya untuk pemeliharaan dan kelangsungan hidup tumbuhan air yang mulai ditanam tersebut perlu juga diperhatikan sistem pencahayaanya karena cahaya salah satu unsur penting yang berfungsi sebagai pengganti sinar matahari yang diperlukan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis. Selain itu, asupan Karbondioksida (Co2) juga harus diperhatikan karena menjadi makanan bagi tanaman.
Hal tersebutlah yang menjadi penentu aquascaping itu berhasil atau tidaknya. Setelah tanaman air mulai tumbuh, harus diberi pupuk secara teratur. Temperatur air di dalam aquascaping ini juga sangat penting untuk menjaga kelangsungan tanaman di dalamnya sehingga dalam jangka waktu beberapa hari sekali harus dilakukan penggantian air. Jika semua itu sudah dilakukan maka dalam waktu dua mingguan tanaman baru mulai terlihat tumbuh.
"Kalo lihat kondisi dan temperatur air yang ada, untuk aquascaping cocok di Karangasem," ujarnya.
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu, di Karangasem sendiri ada beberapa jenis lumut air tawar yang ditemukan, seperti di Tirta Gangga, dirinya mengatakan ada 4 jenis lumut yang ditemukan diantaranya Ricardia, Java mose, Spiki dan Wiping. Hanya saja untuk batang pohon miniatur yang dipergunakan cukup sulit ditemukan.
Sementara itu, di Karangasem sendiri ada beberapa jenis lumut air tawar yang ditemukan, seperti di Tirta Gangga, dirinya mengatakan ada 4 jenis lumut yang ditemukan diantaranya Ricardia, Java mose, Spiki dan Wiping. Hanya saja untuk batang pohon miniatur yang dipergunakan cukup sulit ditemukan.
Kebanyakan pohon yang ada di Karangasem meski memiliki karakter keras namun setelah di dalam air jadi cepat hancur, untuk itu para peminat aquascaping disarankan menggunakan pohon import jenis Rasa mala. Pohon ini menurut Blori cukup tahan didalam air meski tak sebagus kayu Sentigi namun bisa bertahan sekitar 5 tahunan.
"Untuk satu aquascaping jadi berukuran 45x40x40 cm, dihargai sekitar Rp. 1,5 juta," akunya. (bbn/igs/rob)
Berita Karangasem Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3774 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1716 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026