Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 6 November 2026
Pastika Lebih Suka Sebutan Ngaben Bersama Daripada Ngaben Massal
Jumat, 20 Juli 2018,
23:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com,Klungkung. Gubernur Bali Made Mangku Pastika lebih menyukai sebutan ngaben bersama untuk menggantikan istilah ngaben massal. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya Kinembulan (Massal) di Wantilan Desa Pakraman Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Jumat (20/7).
[pilihan-redaksi]
Menurutnya ngaben secara bersama-sama sudah dilakukan sejak dulu untuk mensiasati biaya ngaben yang relatif besar. “Saya ingat tahun 1963 ngaben bersama dilakukan untuk korban bencana Gunung Agung,” kata Pastika. Ia menambahkan, dulu banyak umat Hindu di Bali yang tidak bisa melaksanakan upacara ngaben kecuali memiliki banyak uang atau warisan tanah.
Menurutnya ngaben secara bersama-sama sudah dilakukan sejak dulu untuk mensiasati biaya ngaben yang relatif besar. “Saya ingat tahun 1963 ngaben bersama dilakukan untuk korban bencana Gunung Agung,” kata Pastika. Ia menambahkan, dulu banyak umat Hindu di Bali yang tidak bisa melaksanakan upacara ngaben kecuali memiliki banyak uang atau warisan tanah.
Menurutnya pelaksanaan upacara dengan cara menjual warisan, berhutang bahkan membuat anak tidak bisa sekolah justru membuat upacara itu percuma karena menimbulkan penderitaan. Ia mengatakan, suatu upacara bukan ditentukan oleh besar kecilnya banten namun yang lebih penting niat dan keiklasan pelaksanaan upacara tersebut.
[pilihan-redaksi2]
Ia berharap para pemuka agama dapat menjelaskan makna upacara khususnya kepada generasi muda agar sradha dan bhaktinya lebih kuat.Pada kesempatan ini Gubernur Pastika menyampaikan terima kasihnya kepada krama Desa Pakraman Lepang yang sudah melaksanakan upacara ngaben secara bersama-sama.
Ia berharap para pemuka agama dapat menjelaskan makna upacara khususnya kepada generasi muda agar sradha dan bhaktinya lebih kuat.Pada kesempatan ini Gubernur Pastika menyampaikan terima kasihnya kepada krama Desa Pakraman Lepang yang sudah melaksanakan upacara ngaben secara bersama-sama.
Bendesa Adat Lepang I Made Merta selaku ketua panitia mengatakan upacara pitra yadnya kinembulan di Desa Pakraman Lepang kali ini diikuti 39 sawa. Setiap sawa hanya dikenakan biaya 5 juta rupiah. Sisanya berasal dari sumbangan sukarela. Tampak hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Bali dari Fraksi PDIP Ketut Kariyasa Adnyana. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
04
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 619 Kali
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 504 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026