Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 8 Mei 2026
Kena Aroma Busuk Sampah, Warga Banjar Peh Tuntut Kompensasi Keberadaan TPA
Senin, 30 Juli 2018,
09:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Pascapemblokiran pintu gerbang TPA di Banjar Peh, Desa Kaliakah, Negara oleh warga banjar setempat, Sabtu (28/7) akhirnya kembali dibuka dengan pengamanan dari pihak kepolisian setempat setelah bernegosiasi dengan tuntutan kompensasi agar tidak hanya dampak terkena aroma busuk sampah.
[pilihan-redaksi]
Negosiasi yang dilakukan antara perwakilan warga dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jembrana menyepakati beberapa poin kompensasi. Sebelumnya, salah seorang tokoh Banjar Peh, I Ketut Witamayasa saat ditemui Minggu (29/7) mengaku saat negosiasi di rumah Anggota DPRD Provinsi Bali, I Nengah Tamba yang dihadirinya bersama lima orang warga lainnya serta Perbekel Kaliakah, I Made Bagiarta dan Kadis LH serta Bidang Bina Marga tersebut, perwakilan warga telah menyampaikan sejumlah tuntutan.
Negosiasi yang dilakukan antara perwakilan warga dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jembrana menyepakati beberapa poin kompensasi. Sebelumnya, salah seorang tokoh Banjar Peh, I Ketut Witamayasa saat ditemui Minggu (29/7) mengaku saat negosiasi di rumah Anggota DPRD Provinsi Bali, I Nengah Tamba yang dihadirinya bersama lima orang warga lainnya serta Perbekel Kaliakah, I Made Bagiarta dan Kadis LH serta Bidang Bina Marga tersebut, perwakilan warga telah menyampaikan sejumlah tuntutan.
Diantaranya menuntut agar jalan sejauh 1,5 km di depan TPA Peh di perbaiki dan kualitasnya harus kuat karena setiap hari akan dilalui truk. Kedua, jaminan kesehatan warga sekitar TPA, akses air bersih dan penanganan sampah agar tidak bertambah serta pengolahan limbah dari TPA agara tidak mencemari lingkungan.
Dalam pertemuan tersebut, dijanjikan jalan yang hampir sepuluh tahun rusak itu akan diperbaiki dan penyambungan air PDAM ke rumah warga Peh. Sedangkan tawaran safari kesehatan rutin untuk kesehatan warga sekitar TPA Peh ditolak karena dinilai tidak efektif. Mereka meminta agar bisa diberikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selain itu, terkait penanganan sampah di TPA Peh, warga juga diprioritaskan untuk pembangunan TPS 3R di TPA Peh.
“Kami minta perekrutan tenaga di TPS 3R juga dari warga sekitar, sehingga warga tidak hanya dapat aroma busuknya saja” ujarnya.
Kendati emosi warga yang keberatan dengan keberadaan TPA Peh ini telah mereda, namun warga belum puas karena belum bertemu dengan Bupati Jembrana, I Putu Artha. Sementara itu, I Made Kembang Hartawan mengakui persoalan sampah sudah menjadi persoalan di Jembrana. Pemda menurutnya telah berupaya memotivasi hingga memberi contoh pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
“Persoalan sampah harus diselesaikan menyeluruh, tidak bisa sendiri tapi oleh seluruh warga mulai dari rumah tangga,” ungkapnya.
[pilihan-redaksi2]
Cara yang kini tengah dikembangkan adalah dengan Bank Sampah di setiap desa serta pemilahan dan pemanfaatan sampah di perkotaan, sehingga pada tahun 2019 semua desa wajib untuk menganggarkan. Ia melihat selama ini sampah dari hulu baik itu yang dihasilkan rumah tangga dan pasar bercampur aduk langsung ke TPA.
Cara yang kini tengah dikembangkan adalah dengan Bank Sampah di setiap desa serta pemilahan dan pemanfaatan sampah di perkotaan, sehingga pada tahun 2019 semua desa wajib untuk menganggarkan. Ia melihat selama ini sampah dari hulu baik itu yang dihasilkan rumah tangga dan pasar bercampur aduk langsung ke TPA.
“TPA Peh pernah dilirik investor listrik gas metan, tapi ditinggal karena sampahnya masih bercampur. Perluasan zona aktifnya juga sudah gagal,” ungkapnya.
Ia juga menyebut keberadaan TPA Peh sudah sesuai masterplan tata wilayah seharusnya tidak boleh dibangun pemukiman sehingga tidak mengganggu kesehatan. Di sekitar TPA memang sebenarnya diperuntukan untuk kawasan pertanian. “Saya akan kordinasikan dengan seluruh OPD dan karena saya bukan top leader jelas akan saya sampaikan ke Pak Bupati” tutupnya. (bbn/Jim/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 757 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 680 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 501 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 478 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026