Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Guru SD Ungkap Pola Geometri Sakral dan Rasio Emas Dalam Banten Ayaban
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Seorang guru sekolah dasar (SD) di Denpasar berhasil mengungkap adanya pola geometri sakral dalam bentuk-bentuk bagian banten ayaban yang biasa digunakan masyarakat Hindu di Bali. Pola geometri sakral tersebut diantaranya bentuk lingkaran, segi tiga dan segi empat. Dimana bentuk-bentuk tersebut terdapat pada alas banten, sampiyan, tipat dan lain-lain. Geometri sacral merupakan geometri yang ada pada bangunan-bangunan suci atau juga karya seni yang bersifat suci atau keramat.
[pilihan-redaksi]
Guru SD Negeri 2 Dangin Puri bernama Ni Made Anita Widjaja berhasil mengungkap pola geometri sakral tersebut setelah meneliti beberapa jenis banten ayaban berdasarkan jumlah tumpeng dan kelengkapannya. Salah satu jenis ayaban yang menjadi fokus penelitiannya adalah banten ayaban dengan tumpeng 11.
Salah satu kelengkapan banten ayaban yaitu pejati. Pejati diidentifikasi memiliki pola geometri segi empat, segi tiga dan lingkaran. Bentuk segi empat diantaranya berupa taledan, ceper, tipat nasi dan kulit peras. Bentuk segi tiga diantaranya berupa sampiyan kepet-kepetan, tumpeng, dan kojong rangkadan. Bentuk lingkaran berupa canang sari, telur, tangkih dan serembeng daksina.
Wanita kelahiran Surabaya, 5 Juli 1973 tersebut juga berhasil mengungkap adanya pola golden ratio (rasio emas) pada banten ayaban. Golden ratio merupakan angka yang sangat spesial dalam matematika dan merupakan bilangan irasional yang nilainnya mendekati 1,618. Angka ini biasanya muncul dalam konsep geometri, seni arsitektur, hingga struktur makhluk hidup. Banyak seniman dan arsitek meyakini bahwa golden ratio akan memberikan bentuk yang indah jika karya seni atau arsitektur mengandung perbandingan yang dinyatakan dalam angka tersebut.
[pilihan-redaksi2]
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Anita mendapatkan perbandingan panjang dalam banten ayaban mendekati nilai golden ratio. Dimana nilai rata-rata perbandingan yang didapatkan mencapai 1,638944 dengan rata-rata besar sudut 104,70.
Dalam penelitian yang dilakukan, Anita juga menemukan adanya pola bilangan ganjil dalam jumlah tumpeng pada banten ayaban. Pola tersebut yaitu 5, 7, 9, 11, 21, 27 dan 33 sesuai dengan nama banten ayaban. Dengan hasil penelitian ini, Anita berharap adanya penelitian lanjutan dan inovasi dari para pendidik, khususnya di tingkat sekolah dasar agar matematika bisa dihubungkan dengan lingkungan sekitar siswa sehingga siswa bisa merasakan manfaatnya secara langsung. [bbn/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan