Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Guru SD Ungkap Pola Geometri Sakral dan Rasio Emas Dalam Banten Ayaban
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Seorang guru sekolah dasar (SD) di Denpasar berhasil mengungkap adanya pola geometri sakral dalam bentuk-bentuk bagian banten ayaban yang biasa digunakan masyarakat Hindu di Bali. Pola geometri sakral tersebut diantaranya bentuk lingkaran, segi tiga dan segi empat. Dimana bentuk-bentuk tersebut terdapat pada alas banten, sampiyan, tipat dan lain-lain. Geometri sacral merupakan geometri yang ada pada bangunan-bangunan suci atau juga karya seni yang bersifat suci atau keramat.
[pilihan-redaksi]
Guru SD Negeri 2 Dangin Puri bernama Ni Made Anita Widjaja berhasil mengungkap pola geometri sakral tersebut setelah meneliti beberapa jenis banten ayaban berdasarkan jumlah tumpeng dan kelengkapannya. Salah satu jenis ayaban yang menjadi fokus penelitiannya adalah banten ayaban dengan tumpeng 11.
Salah satu kelengkapan banten ayaban yaitu pejati. Pejati diidentifikasi memiliki pola geometri segi empat, segi tiga dan lingkaran. Bentuk segi empat diantaranya berupa taledan, ceper, tipat nasi dan kulit peras. Bentuk segi tiga diantaranya berupa sampiyan kepet-kepetan, tumpeng, dan kojong rangkadan. Bentuk lingkaran berupa canang sari, telur, tangkih dan serembeng daksina.
Wanita kelahiran Surabaya, 5 Juli 1973 tersebut juga berhasil mengungkap adanya pola golden ratio (rasio emas) pada banten ayaban. Golden ratio merupakan angka yang sangat spesial dalam matematika dan merupakan bilangan irasional yang nilainnya mendekati 1,618. Angka ini biasanya muncul dalam konsep geometri, seni arsitektur, hingga struktur makhluk hidup. Banyak seniman dan arsitek meyakini bahwa golden ratio akan memberikan bentuk yang indah jika karya seni atau arsitektur mengandung perbandingan yang dinyatakan dalam angka tersebut.
[pilihan-redaksi2]
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Anita mendapatkan perbandingan panjang dalam banten ayaban mendekati nilai golden ratio. Dimana nilai rata-rata perbandingan yang didapatkan mencapai 1,638944 dengan rata-rata besar sudut 104,70.
Dalam penelitian yang dilakukan, Anita juga menemukan adanya pola bilangan ganjil dalam jumlah tumpeng pada banten ayaban. Pola tersebut yaitu 5, 7, 9, 11, 21, 27 dan 33 sesuai dengan nama banten ayaban. Dengan hasil penelitian ini, Anita berharap adanya penelitian lanjutan dan inovasi dari para pendidik, khususnya di tingkat sekolah dasar agar matematika bisa dihubungkan dengan lingkungan sekitar siswa sehingga siswa bisa merasakan manfaatnya secara langsung. [bbn/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang