Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Ini Kata Sukma, Paskibraka Nasional Tentang Kasus Video Mesum : "Mari Ubah Stigma Negatif Dengan Prestasi"
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Denpasar. Dukungan agar pemuda Jembrana segera bangkit, pasca merebak kasus video mesum anak SMK terus bergulir. Kali ini pandangan serupa, juga disampaikan paskibraka nasional 2018 asal Jembrana, Ni Putu Sukma Dewi Widiyanti (16).
[pilihan-redaksi]
Siswi kelas XI SMAN 2 Negara ini mengutarakan kekecewaan sekaligus keprihatinannya atas merebaknya kasus yang mencoreng nama baik Jembrana. Sebagai bagian dari generasi muda Jembrana, secara tegas Ia mengaku tidak setuju, kalau seluruhnya distempel negatif. Masih banyak anak muda Jembrana dinilainya berperilaku sehat bahkan berprestasi.
“Saya baca dari berbagai pemberitaan serta informasi di media sosial banyak sekali tudingan negatif terhadap anak muda Jembrana. Ini tidak fair bagi kami, karena itu bukan mencerminkan keseluruhan pemuda Jembrana. Melainkan perbuatan oknum dan entah disengaja, videonya menjadi viral. Masih banyak kok dari mereka yang punya prestasi, “cetusnya.
Ia mengakui kasus tersebut berdampak negatif terhadap citra remaja Jembrana, utamanya perempuan. Apalagi Video mesum tersebut telah beredar dikalangan luas bahkan telah menjadi perbincangan. Sesungguhnya menurut Sukma, kejadian itu bisa dihindari. Terlebih lagi sudah banyak edukasi yang diberikan pemerintah daerah maupun pihak sekolah akan pentingnya perilaku sehat pada remaja. Fasilitas-fasilitas yang mengakomodir keinginan anak muda juga banyak. Ada ruang terbuka di Gedung Bung Karno , sarana prasarana olahraga, sampai pentas seni remaja yang rutin digelar bagi mereka yang hobi berkesenian. Itu bisa dimanfaatkan untuk menyalurkan hobi dan waktu luang masing-masing
[pilihan-redaksi2]
Untuk itu kepada rekan sebayanya, Sukma ingin mengingatkan agar berhati-hati sehingga kejadian serupa tidak terulang. Pacaran sih menurutnya hal yang wajar, terlebih saat menikmati masa remaja. Tapi tentu ada batasannya. Mana yang boleh dan tidak untuk dilakukan. “ Sewajarnya dan ingat batasan. Karena tugas utama kita sebagai remaja yang masih sekolah adalah belajar menuntul ilmu , bekal hari tua nanti,”tegas Sukma.
Secara khusus Ia juga menyebut tindakan asusila ini menjadi ancaman yang harus bisa ditanggulangi generasi muda. Ia mengajak rekan-rekannya untuk berhenti memviralkan sesuatu yang tentunya akan sangat merugikan masyarakat Jembrana.
“Kasus ini bagian dari pelajaran kita semua bagaimana bertanggung jawab saat menggunakan media sosial. Saya juga ingin anak muda Jembrana bangkit, bersama-sama merubah stigma negatif agar tidak terus-terusan melekat. Caranya dengan menunjukkan prestasi serta kreatifitas , apapun bidangnya, “ ucapnya. (gus)
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 546 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 399 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 398 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan