Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Jatiluwih Festival Akan Suguhkan Atraksi Mejukut Massal
Kamis, 6 September 2018,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com,Tabanan. Jatiluwih Festival #2 kembali digelar tanggal 14-15 September 2018 mendatang. Selain menampilkan seni dan budaya, festival yang mengambil tema “Matha Subak” juga akan menyuguhkan atraksi pertanian salah satunya mejukut massal.
[pilihan-redaksi]
Ketua Panitia Jatiluwih Festival #2, Nengah Sutirtayasa, Kamis (6/9) mengatakan Jatiluwih Festival berbasis pemberdayaan masyarakat karena melibatkan seluruh masyarakat penyangga Subak Jatiluwih.
Ketua Panitia Jatiluwih Festival #2, Nengah Sutirtayasa, Kamis (6/9) mengatakan Jatiluwih Festival berbasis pemberdayaan masyarakat karena melibatkan seluruh masyarakat penyangga Subak Jatiluwih.
“Selain menampilkan tarian khas dari masyarakat Jatiluwih dan sekitarnya, juga akan ada atraksi mejukut massal,” terangnya.
Mejukut massal akan diikuti oleh puluhan petani Jatiluwih. Mejukut adalah prosesi pemeliharaan tanaman padi dengan cara membersihkan gulma atau rumput yang tumbuh disela sela tanaman padi.
“Puluhan petani akan mengikuti atraski mejukut massal ini. Bagi para pengujung juga bisa ikut atraksi mejukut sehingga memberikan kenangan yang tak terlupakan,” terangnya.
Ditambahkannya, selain mejukut massal atraksi pertanian yang juga akan ditampilkan adalah tebuk lesung.
“Ibu yang melakukan atraksi tebuk lesung akan berkolaborasi dengan musisi nasional Gilang Ramadan,” jelasnya.
Tidak itu saja, ibu ibu PKK juga akan menampilkan tarian rejang kolosal.
“Kami juga tampilkan tari bungan sandat, dan sejumlah tarian tradisional yang dibawakan oleh sanggar sanggar tari yang ada di kecamatan Penebel,” terangnya.
Sementara itu musisi lokal dan nasional yang juga akan tampil di Jatiluwih Festival #2 diantaranya; Indra Lesmana, Balawan, Gilang Ramadan, Tropical Transit, Ito Kurdhi dan masih banyak lagi.
“Beberapa musisi ibu kota akan tampil, mereka akan berkolaborasi dengan musisi-musisi lokal di Bali,” tandasnya.
Jatiluwih Festival #2 kali ini mengambil lokasi di areal subak Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan yang sedang tidak berfungsi seluas 2 Hektar.
“Karena berkaca dengan Jatiluwih Festival #1 yang berlokasi di jalan raya terkesan kurang nyaman. Untuk tahun ini sengaja di pusatkan di areal subak yang sedang tidak berfungsi atau sedang tidak ditanami,” terangnya.
Selain pagelaran seni budaya dan kolaborasi musik pada Jatiluwih Festival #2 juga digelar lomba foto dan videografi.
“Jumlah peserta lomba foto dan videografi tidak dibatasi, karena pada tahun lalu ketika peserta dibatasi cuman 50, ternyata masih banyak yang tidak kebagian,” bebernya.
[pilihan-redaksi2]
Untuk lomba foto dan videografi pihak panitia menyediakan hadiah total Rp 10 Juta.
Untuk lomba foto dan videografi pihak panitia menyediakan hadiah total Rp 10 Juta.
“Bagi foto foto yang menjadi juara akan dijadikan souvenir untuk wisatawan yang berkunjung ke DTW Jatiluwih,” tambahnya.
Sementara itu untuk sumber dana Jatiluwih Festival #2 ini bersumber dari Kementrian Pariwisata sebesar Rp100 juta berupa barang dan jasa, pun dari Provinsi Rp 170 Juta, dari APBD-P Tabanan Rp200 Juta. Sedangkan dari DTW Jatiluwih sebesar Rp 300 Juta.
“Jatiluwih festival juga diisi dengan workshop pertanian dari Dinas Pertanian dan Universitas Udayana dan bisa diikuti oleh masyarakat umum dan tidak ditarik bayaran,” pungkasnya. (bbn/nod/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026