Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Jatiluwih Festival Akan Suguhkan Atraksi Mejukut Massal
Kamis, 6 September 2018,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com,Tabanan. Jatiluwih Festival #2 kembali digelar tanggal 14-15 September 2018 mendatang. Selain menampilkan seni dan budaya, festival yang mengambil tema “Matha Subak” juga akan menyuguhkan atraksi pertanian salah satunya mejukut massal.
[pilihan-redaksi]
Ketua Panitia Jatiluwih Festival #2, Nengah Sutirtayasa, Kamis (6/9) mengatakan Jatiluwih Festival berbasis pemberdayaan masyarakat karena melibatkan seluruh masyarakat penyangga Subak Jatiluwih.
Ketua Panitia Jatiluwih Festival #2, Nengah Sutirtayasa, Kamis (6/9) mengatakan Jatiluwih Festival berbasis pemberdayaan masyarakat karena melibatkan seluruh masyarakat penyangga Subak Jatiluwih.
“Selain menampilkan tarian khas dari masyarakat Jatiluwih dan sekitarnya, juga akan ada atraksi mejukut massal,” terangnya.
Mejukut massal akan diikuti oleh puluhan petani Jatiluwih. Mejukut adalah prosesi pemeliharaan tanaman padi dengan cara membersihkan gulma atau rumput yang tumbuh disela sela tanaman padi.
“Puluhan petani akan mengikuti atraski mejukut massal ini. Bagi para pengujung juga bisa ikut atraksi mejukut sehingga memberikan kenangan yang tak terlupakan,” terangnya.
Ditambahkannya, selain mejukut massal atraksi pertanian yang juga akan ditampilkan adalah tebuk lesung.
“Ibu yang melakukan atraksi tebuk lesung akan berkolaborasi dengan musisi nasional Gilang Ramadan,” jelasnya.
Tidak itu saja, ibu ibu PKK juga akan menampilkan tarian rejang kolosal.
“Kami juga tampilkan tari bungan sandat, dan sejumlah tarian tradisional yang dibawakan oleh sanggar sanggar tari yang ada di kecamatan Penebel,” terangnya.
Sementara itu musisi lokal dan nasional yang juga akan tampil di Jatiluwih Festival #2 diantaranya; Indra Lesmana, Balawan, Gilang Ramadan, Tropical Transit, Ito Kurdhi dan masih banyak lagi.
“Beberapa musisi ibu kota akan tampil, mereka akan berkolaborasi dengan musisi-musisi lokal di Bali,” tandasnya.
Jatiluwih Festival #2 kali ini mengambil lokasi di areal subak Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan yang sedang tidak berfungsi seluas 2 Hektar.
“Karena berkaca dengan Jatiluwih Festival #1 yang berlokasi di jalan raya terkesan kurang nyaman. Untuk tahun ini sengaja di pusatkan di areal subak yang sedang tidak berfungsi atau sedang tidak ditanami,” terangnya.
Selain pagelaran seni budaya dan kolaborasi musik pada Jatiluwih Festival #2 juga digelar lomba foto dan videografi.
“Jumlah peserta lomba foto dan videografi tidak dibatasi, karena pada tahun lalu ketika peserta dibatasi cuman 50, ternyata masih banyak yang tidak kebagian,” bebernya.
[pilihan-redaksi2]
Untuk lomba foto dan videografi pihak panitia menyediakan hadiah total Rp 10 Juta.
Untuk lomba foto dan videografi pihak panitia menyediakan hadiah total Rp 10 Juta.
“Bagi foto foto yang menjadi juara akan dijadikan souvenir untuk wisatawan yang berkunjung ke DTW Jatiluwih,” tambahnya.
Sementara itu untuk sumber dana Jatiluwih Festival #2 ini bersumber dari Kementrian Pariwisata sebesar Rp100 juta berupa barang dan jasa, pun dari Provinsi Rp 170 Juta, dari APBD-P Tabanan Rp200 Juta. Sedangkan dari DTW Jatiluwih sebesar Rp 300 Juta.
“Jatiluwih festival juga diisi dengan workshop pertanian dari Dinas Pertanian dan Universitas Udayana dan bisa diikuti oleh masyarakat umum dan tidak ditarik bayaran,” pungkasnya. (bbn/nod/rob)
Berita Karangasem Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3886 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2843 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2042 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1992 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026