Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 11 September 2026
World Clean Up Day, Gubernur Koster Ajak Masyarakat Peduli Sampah
Sabtu, 15 September 2018,
16:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com,Badung. Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik penyelenggaraan World Clean Up Day (WCD) 2018 yang merupakan gerakan internasional dalam memerangi sampah. Aksi ini dilaksanakan serentak diseluruh dunia pada tanggal 15 september 2018 dan Indonesia merupakan salah satu negara yang turut serta dalam aksi memerangi sampah khususnya sampah plastik tersebut.
[pilihan-redaksi]
Menurut Koster, kegiatan WCD sesuai dengan visi misi program Pemprov Bali "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" yakni menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya demi terwujudnya masyarakat Bali yang sejahtera. Hal ini disampaikan Koster disela-sela kegiatan World Clean Up Day yang di laksanakan di Pantai Kuta, Badung, Sabtu (15/9) pagi.
Menurut Koster, kegiatan WCD sesuai dengan visi misi program Pemprov Bali "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" yakni menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya demi terwujudnya masyarakat Bali yang sejahtera. Hal ini disampaikan Koster disela-sela kegiatan World Clean Up Day yang di laksanakan di Pantai Kuta, Badung, Sabtu (15/9) pagi.
"Saya menyambut baik kegiatan ini karena sesuai dengan visi misi kami (Pemprov Bali-red) Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya serta terwujudnya masyarakat Bali yang bahagia dan sejahtera baik Sekala dan Niskala," ujarnya.
Ditambahkan Koster, aksi bersih-bersih ini juga sejalan dengan filsafat Sat Kerthi yakni Atma Kerthi, Danu Kerthi, Segara Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi serta Jagat Kerthi dan kegiatan WCD ini merupakan pelaksanaan dari salah satu bentuk kegiatan dari Segara Kerthi.
"Kegiatan seperti ini akan terus kami jalankan dengan satu regulasi agar bisa berjalan dengan baik dan terkelola, rutin serta berkelanjutan. Nantinya hal ini akan kami tuangkan dalam peraturan gubernur terkait pelarangan penggunaan bahan plastik, pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir," ungkap Koster.
[pilihan-redaksi2]
Pada kesempatan tersebut, Koster mengajak seluruh lampisan masyarakat untuk ikut peduli dengan kebersihan lingkungan serta ikut andil dalam pengurangan sampah plastik. Ia berharap dengan adanya peraturan tersebut nantinya, Bali akan semakin bersih dan hijau menuju masyarakat yang sehat.
Pada kesempatan tersebut, Koster mengajak seluruh lampisan masyarakat untuk ikut peduli dengan kebersihan lingkungan serta ikut andil dalam pengurangan sampah plastik. Ia berharap dengan adanya peraturan tersebut nantinya, Bali akan semakin bersih dan hijau menuju masyarakat yang sehat.
Sementara itu, Yoga Iswara selaku panitia mengatakan WCD diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran manusia akan isu sampah yang sudah menjadi isu kritis dan didiskusikan di berbagai negara. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara "Suksma Bali" untuk merefleksikan terima kasih dan penghargaan kita terhadap Bali tercinta tempat kita bersama dianugerahkan kehidupan. World Clean Up Day 2018 hari ini serentak dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-bali dan merupakan gerakan dunia. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3310 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 720 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026