Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Pelaksanaan Ngaben Banyak Permasalahan Terutama Soal Patut dan Puput
Minggu, 16 September 2018,
14:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Sebanyak 350 pemangku mengikuti seminar tentang tata cara pelaksanaan upacara ngaben mengingat karena banyak permasalahan pengabenan terutama pelaksanaan ngaben yang patut dan puput.
[pilihan-redaksi]
Ketua Panitia I Wayan Dodi Aryanta mengatakan untuk itu melalui seminar diharapkan dapat memberikan pemahaman yang benar untuk pelaksanaan ngaben sehingga pengabenan bagaimana yang benar sesuai dengan sastra agama. Hal ini, kata dia perlu dipahami oleh semua pihak termasuk para pemangku yang merupakan ujung tombak pelaksanaan yadnya di masyararakat.
Ketua Panitia I Wayan Dodi Aryanta mengatakan untuk itu melalui seminar diharapkan dapat memberikan pemahaman yang benar untuk pelaksanaan ngaben sehingga pengabenan bagaimana yang benar sesuai dengan sastra agama. Hal ini, kata dia perlu dipahami oleh semua pihak termasuk para pemangku yang merupakan ujung tombak pelaksanaan yadnya di masyararakat.
Kertua Pinandita Sanggraha Nusantara Pinandita I Gede Suranata menyampaikan seminar ini dilaksanakan karena tuntutan masyarakat karena sering dibingungkan dengan arus informasi yang cepat dan bebas serta tuntutan kehidupan yang semakin kompleks yang dibatasi waktu dan ruang.
Diperlukan solusi prosesi ngaben di jaman melineum ini sehingga tidak memberatkan masyarakat termasuk juga meningkatkan pemahaman tata cara ngaben sehingga ritual ngaben dapat bermakna puput dan patut. Melalui seminar ini diharapkan para peserta dalam hal ini para pemangku sebagai ujung tombak ritual keagamaan dapat mensosialisasikan tatwaning ngaben yang dapat menyejukan masyarakat serta mengharmoniskan hubungan antar umat beragama.
Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra Minggu, (16/9) di Gedung Wanitha Santhi Graha menjelaskan Pemerintah Kota Denpasar menyambut baik terhadap kegiatan seminar ini. Mengingat pembangunan sekarang ini berorientasi pada good governance (pemerintahan yang baik). Untuk mewujudkan semua ini didukung oleh tiga komponen penting, yaitu pemerintah, swasta dan lembaga sosial masyarakat.
Sinergi ketiganya ini sangat perlu dilaksanakan. Mengingat Kota Denpasar bersandar pada visi budaya yang artinya tidak hanya bersandar pada seni melainkan tujuh unsur kebudayaan salah satunya agama dan tata ruang termasuk juga kesenian, bahasa dan etika. Salah satu unsur yang dibahas sekarang mengenai keagamaan dalam hal ini prosesi pengabenan.
[pilihan-redaksi2]
Lebih lanjut Rai Iswara menambahkan melalui pelaksanaan pengabenan bisa membangkitkan ekonomi kreatif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dimana pelaksanaan ekonomi kreatif merupakan bagian dari pelaksanaan yadnya yaitu yadnya yang dilaksanakan ada ada ornamen spiritualitas sehingga menimbulkan nilai damai, termasuk juga ada nilai etika dan estika kemudian ekonomi kreatif dan terakhir pelaksanaan yadnya harus dilaksanakan dengan tulus. Bila kelima unsur ini dilaksanakan dapat melaksanakan upacara yadnya dengan baik.
Lebih lanjut Rai Iswara menambahkan melalui pelaksanaan pengabenan bisa membangkitkan ekonomi kreatif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dimana pelaksanaan ekonomi kreatif merupakan bagian dari pelaksanaan yadnya yaitu yadnya yang dilaksanakan ada ada ornamen spiritualitas sehingga menimbulkan nilai damai, termasuk juga ada nilai etika dan estika kemudian ekonomi kreatif dan terakhir pelaksanaan yadnya harus dilaksanakan dengan tulus. Bila kelima unsur ini dilaksanakan dapat melaksanakan upacara yadnya dengan baik.
"Melalui prosesi pengabenan juga dapat meningkatkan dan menggerakan ekonomi masyarakat melalui ekonomi kreatif," ujarnya.
Seminar menghadirkan tiga narasumber yaitu Ida Pedanda Gede Buruan yang mengangkat tema tentang ketatwaning ngaben, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti mengngkat tema dilema ngaben, meluruskan traidisi-tradisi yang memberatkan umat dan Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda yang membawakan materi susahnya mati di tanah Bali kremasi sebagai salah satu solusi. (bbn/rlsdps/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3885 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2840 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2041 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1991 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026