Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pelaksanaan Ngaben Banyak Permasalahan Terutama Soal Patut dan Puput

Minggu, 16 September 2018, 14:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com,Denpasar. Sebanyak 350 pemangku mengikuti seminar tentang tata cara pelaksanaan upacara ngaben mengingat karena banyak permasalahan pengabenan terutama pelaksanaan ngaben yang patut dan puput. 
 
[pilihan-redaksi]
Ketua Panitia I Wayan Dodi Aryanta mengatakan untuk itu melalui seminar diharapkan dapat memberikan pemahaman yang benar untuk pelaksanaan ngaben sehingga pengabenan bagaimana yang benar sesuai dengan sastra agama. Hal ini, kata dia perlu dipahami oleh semua pihak termasuk para pemangku yang merupakan ujung tombak pelaksanaan yadnya di masyararakat.
 
Kertua Pinandita Sanggraha Nusantara Pinandita I Gede Suranata menyampaikan seminar ini dilaksanakan karena tuntutan masyarakat karena sering dibingungkan dengan arus informasi yang cepat dan bebas serta tuntutan kehidupan yang semakin kompleks yang dibatasi waktu dan ruang. 
 
Diperlukan solusi prosesi ngaben di jaman melineum ini sehingga tidak memberatkan masyarakat termasuk juga meningkatkan pemahaman tata cara ngaben sehingga ritual ngaben dapat bermakna puput dan patut. Melalui seminar ini diharapkan para peserta dalam hal ini para pemangku sebagai ujung tombak ritual keagamaan dapat mensosialisasikan tatwaning ngaben yang dapat menyejukan masyarakat serta mengharmoniskan hubungan antar umat beragama.
 
Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra Minggu, (16/9) di Gedung Wanitha Santhi Graha menjelaskan Pemerintah Kota Denpasar menyambut baik terhadap kegiatan seminar ini. Mengingat pembangunan sekarang ini berorientasi pada good governance (pemerintahan yang baik). Untuk mewujudkan semua ini didukung oleh tiga komponen penting, yaitu pemerintah, swasta dan lembaga sosial masyarakat.  
 
Sinergi ketiganya ini sangat perlu dilaksanakan. Mengingat Kota Denpasar bersandar pada visi budaya yang artinya tidak hanya bersandar pada seni melainkan tujuh unsur kebudayaan salah satunya agama dan tata ruang termasuk juga kesenian, bahasa dan etika. Salah satu unsur yang dibahas sekarang mengenai keagamaan dalam hal ini prosesi pengabenan. 
 
[pilihan-redaksi2]
Lebih lanjut Rai Iswara menambahkan melalui pelaksanaan pengabenan bisa membangkitkan ekonomi kreatif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dimana pelaksanaan ekonomi kreatif merupakan bagian dari pelaksanaan yadnya yaitu  yadnya yang dilaksanakan ada ada ornamen spiritualitas sehingga menimbulkan nilai damai, termasuk juga ada nilai etika dan estika kemudian ekonomi kreatif dan terakhir pelaksanaan yadnya harus dilaksanakan dengan tulus. Bila kelima unsur ini dilaksanakan dapat melaksanakan upacara yadnya dengan baik. 
 
"Melalui prosesi pengabenan juga dapat meningkatkan dan menggerakan ekonomi masyarakat melalui ekonomi kreatif," ujarnya.
 
Seminar menghadirkan tiga narasumber yaitu Ida Pedanda Gede Buruan yang mengangkat tema tentang ketatwaning ngaben, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti mengngkat tema dilema ngaben, meluruskan traidisi-tradisi yang memberatkan umat dan Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda yang membawakan materi susahnya mati di tanah Bali kremasi sebagai salah satu solusi. (bbn/rlsdps/rob) 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami