Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 Juli 2026
FSPJ Ajak Pelajar Tidak Lupa Proses Kreatif di Tengah Produk Instan
Minggu, 21 Oktober 2018,
20:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali com.Jembrana. Koordinator Komunitas Kertas Budaya Nanoq da Kansas, selaku fasilitator Festival Seni Pelajar Jembrana (FSPJ) mengatakan ajang seni tahunan bertujuan untuk mengajak para pelajar tidak melupakan proses kreatif di tengah gencarnya berbagai hal dan produk yang bersifat instan saat ini.
[pilihan-redaksi]
"Sekarang adalah jaman instan. Semua yang diterima dan dilakoni anak-anak muda adalah produk instan, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan dan seni budaya. Para pelajar mengerjakan tugas literatur dengan layanan google, berkesenian dari youtube. Mereka tercerabut dari budaya proses. Ini berbahaya sekali," ungkap Nanoq.
"Sekarang adalah jaman instan. Semua yang diterima dan dilakoni anak-anak muda adalah produk instan, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan dan seni budaya. Para pelajar mengerjakan tugas literatur dengan layanan google, berkesenian dari youtube. Mereka tercerabut dari budaya proses. Ini berbahaya sekali," ungkap Nanoq.
Nanoq menambahkan, proses pendidikan formal di kelas juga tidak memberi kesempatan yang cukup untuk berproses kepada para pelajar. Pelajar dan guru-guru sekarang adalah obyek percobaan politik kurikulum. Mereka tak punya waktu berinteraksi secara wajar. Mereka butuh wahana untuk lepas dari tindasan interaksi formal sekolah.
"Untuk itulah FSPJ ini diselenggarakan. Di sini para pelajar diajak kembali pada proses, kebersamaan, kewajaran. Di sini tidak ada show, di sini adalah proses," imbuh Nanoq.
Di sisi lain pengamat budaya dan sosial DS. Putra, mengatakan FSPJ ini bisa dipandang sebagai bagian dari gerakan revolusi mental. "Bagi saya, pelaksanaan Festival Seni Pelajar Jembrana yg diselenggarakan Komunitas Kertas Budaya Jembrana, Bali ini, merupakan semacam "kudeta kebudayaan" oleh anak-anak pelajar di Jembrana, atau semacam kanalisasi perilaku karena tidak mendapatkan ruang ucap di sekolah" tandasnya.
Hal ini, menurutnya semacam contoh soal tentang revolusi mental secara nyata, kerja dan karya. "Tidak sekedar jargon formalistik atau sebatas spanduk atau bliho yang dipasang di sudut-sudut kota yang lebih bermakna mengotori ruang publik," tandasnya.
[pilihan-redaksi2]
Komunitas Kertas Budaya dan Forum Seni Pelajar Jembrana menggelar FSPJ di Gedung Mendapa Kesari, Negara. Gelaran seni para pelajar yang berbasis sastra ini dibuka Sabtu, (20/10) oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana. FSPJ kali ini akan berlangsung hingga 27 Oktober 2018.
Komunitas Kertas Budaya dan Forum Seni Pelajar Jembrana menggelar FSPJ di Gedung Mendapa Kesari, Negara. Gelaran seni para pelajar yang berbasis sastra ini dibuka Sabtu, (20/10) oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana. FSPJ kali ini akan berlangsung hingga 27 Oktober 2018.
Sebagai pembuka, ditampilkan pementasan musikalisasi puisi oleh Teater Tanpa Nama - SMA Negeri 2 Negara dan drama modern oleh Forum Seni Pelajar Jembrana, berjudul "Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi", adaptasi dari cerpen berjudul sama karya Seno Gumira Ajidarma. Drama komedi ini disutradarai oleh Niken Putri, siswi SMAN 1 Negara. (bbn/Jim/rob)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026