Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
FSPJ Ajak Pelajar Tidak Lupa Proses Kreatif di Tengah Produk Instan
Minggu, 21 Oktober 2018,
20:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali com.Jembrana. Koordinator Komunitas Kertas Budaya Nanoq da Kansas, selaku fasilitator Festival Seni Pelajar Jembrana (FSPJ) mengatakan ajang seni tahunan bertujuan untuk mengajak para pelajar tidak melupakan proses kreatif di tengah gencarnya berbagai hal dan produk yang bersifat instan saat ini.
[pilihan-redaksi]
"Sekarang adalah jaman instan. Semua yang diterima dan dilakoni anak-anak muda adalah produk instan, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan dan seni budaya. Para pelajar mengerjakan tugas literatur dengan layanan google, berkesenian dari youtube. Mereka tercerabut dari budaya proses. Ini berbahaya sekali," ungkap Nanoq.
"Sekarang adalah jaman instan. Semua yang diterima dan dilakoni anak-anak muda adalah produk instan, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan dan seni budaya. Para pelajar mengerjakan tugas literatur dengan layanan google, berkesenian dari youtube. Mereka tercerabut dari budaya proses. Ini berbahaya sekali," ungkap Nanoq.
Nanoq menambahkan, proses pendidikan formal di kelas juga tidak memberi kesempatan yang cukup untuk berproses kepada para pelajar. Pelajar dan guru-guru sekarang adalah obyek percobaan politik kurikulum. Mereka tak punya waktu berinteraksi secara wajar. Mereka butuh wahana untuk lepas dari tindasan interaksi formal sekolah.
"Untuk itulah FSPJ ini diselenggarakan. Di sini para pelajar diajak kembali pada proses, kebersamaan, kewajaran. Di sini tidak ada show, di sini adalah proses," imbuh Nanoq.
Di sisi lain pengamat budaya dan sosial DS. Putra, mengatakan FSPJ ini bisa dipandang sebagai bagian dari gerakan revolusi mental. "Bagi saya, pelaksanaan Festival Seni Pelajar Jembrana yg diselenggarakan Komunitas Kertas Budaya Jembrana, Bali ini, merupakan semacam "kudeta kebudayaan" oleh anak-anak pelajar di Jembrana, atau semacam kanalisasi perilaku karena tidak mendapatkan ruang ucap di sekolah" tandasnya.
Hal ini, menurutnya semacam contoh soal tentang revolusi mental secara nyata, kerja dan karya. "Tidak sekedar jargon formalistik atau sebatas spanduk atau bliho yang dipasang di sudut-sudut kota yang lebih bermakna mengotori ruang publik," tandasnya.
[pilihan-redaksi2]
Komunitas Kertas Budaya dan Forum Seni Pelajar Jembrana menggelar FSPJ di Gedung Mendapa Kesari, Negara. Gelaran seni para pelajar yang berbasis sastra ini dibuka Sabtu, (20/10) oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana. FSPJ kali ini akan berlangsung hingga 27 Oktober 2018.
Komunitas Kertas Budaya dan Forum Seni Pelajar Jembrana menggelar FSPJ di Gedung Mendapa Kesari, Negara. Gelaran seni para pelajar yang berbasis sastra ini dibuka Sabtu, (20/10) oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana. FSPJ kali ini akan berlangsung hingga 27 Oktober 2018.
Sebagai pembuka, ditampilkan pementasan musikalisasi puisi oleh Teater Tanpa Nama - SMA Negeri 2 Negara dan drama modern oleh Forum Seni Pelajar Jembrana, berjudul "Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi", adaptasi dari cerpen berjudul sama karya Seno Gumira Ajidarma. Drama komedi ini disutradarai oleh Niken Putri, siswi SMAN 1 Negara. (bbn/Jim/rob)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026