Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 12 Mei 2026
Ketua Yayasan Dwijendra yang Baru Minta Polisi Usut Dalang Aksi Pelemparan Botol
Selasa, 27 November 2018,
06:09 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kasus kericuhan dan persekusi Sekolah Dwijendra di Jalan Kamboja Denpasar Timur, Rabu (14/11) lalu, Polisi diminta untuk mengusut siapa dalang dibalik penyerangan terhadap pengurus yayasan baru dengan pelemparan botol dan batang tanaman.
Permintaan itu datang dari Ketua Yayasan Dwijendra yang baru, I Ketut Wirawan. Ia meyakini jika aksi persekusi terhadap pengurus Yayasan Dwijendra yang baru sudah direncanakan. Bahkan, saat pengurus baru datang ke yayasan untuk melakukan perundingan, ribuan siswa sudah berkumpul dan membentangkan spanduk yel-yel menuding pengurus yayasan yang baru sebagai koruptor.
“Kami minta kepada Polisi untuk mencari aktor intelektual yang menggerakkan siswa membuat kericuhan dan melakukan persekusi dengan melempari pengurus yang baru,” tegas Wirawan.
Menurutnya, akibat kericuhan tersebut sangat merugikan nama baik Yayasan Dwijendra yang sudah berdiri sejak 1953 sebagai lembaga pendidikan berbasis Hindu yang pertama ada di Indonesia. Wirawan juga menanggapi tudingan bahwa pengurus baru yakni Ketut Karlota dan Nyoman Satia Negara telah melakukan tindakan korupsi uang yayasan hingga 1 miliar. Diterangkannya, kasus tersebut sudah pernah dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Bali.
Sementara berdasarkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) menyatakan tidak menemukan tindak pidana dalam perkara tersebut dan disebut sebagai pinjam meminjam. “Sebab, uang yayasan tersebut dipinjam dengan sepengetahuan Ketua Pengurus Yayasan yang lama. Bahkan sudah dibayar oleh Karlota dan Satia Negara namun ditolak dengan berbagai alasan,” ungkapnya.
Menanggapi permintaan pengurus yayasan Dwijendra yang baru, Kapolsek Denpasar Timur, AKP Nyoman Karang Adiputra, mengatakan pihaknya masih mendalami pascakerusuhan yang terjadi di Sekolah Dwijendra di Jalan Kamboja Dentim, Rabu (14/11) lalu.
Dua pekan kasus ini berjalan, pihaknya sudah memeriksa 7 saksi dan kemungkinan jumlah saksi akan bertambah. Namun Kapolsek enggan berkomentar banyak terkait adanya permintaan yayasan agar Polisi mencari dalang kerusuhan tersebut.
“Sabar masih kami dalami. Sudah 7 saksi yang diperiksa,” bebernya, Senin (26/11).
Diberitakan sebelumnya, ribuan siswa Sekolah Dwijendra dari mulai SD, SMP, SMA, guru dan staff melakukan aksi demo terkait kedatangan pengurus baru ke Yayasan Dwijendra, Rabu (14/11) lalu. Pengurus Yayasan Dwijendra yang baru dipimpin I Ketut Wirawan rencananya akan menemui pengurus dan guru sekolah untuk membicarakan masalah gaji yang belum terbayarkan.
Belum selesai pertemuan, tiba tiba, ribuan siswa berteriak meminta pengurus baru keluar dari Yayasan tersebut. Tak hanya itu, tindakan anarkis dilakukan siswa dengan melempari pengurus baru dengan botol, batu, dan batang tanaman. Akibat kejadian, Ketua Yayasan yang baru, Wirawan mengalami luka di kepala.
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1114 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 879 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 702 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 649 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026