Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Berharap Keajaiban, Ratih Perjuangkan Hidup Anaknya Dengan JKN-KIS
Senin, 10 Desember 2018,
21:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Satu dari jutaan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kembali merasakan manfaat dari program ini. Ia adalah Ida Ayu Ratih, ibu rumah tangga yang sudah menjadi peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 2 sejak satu setengah tahun lalu.
[pilihan-redaksi]
Ratih adalah ibu dari Ida Ayu Made Widyaswari, yang biasa dipanggil Widi, seorang bayi kelahiran Denpasar, 5 Januari 2018 yang didiagnosa mengidap penyakit hirschsprung sejak usia dua minggu. Penyakit hirschsprung adalah kelainan yang terjadi pada usus besar (kolon). Gejala awal yang yang muncul pada Widi adalah perut bengkak, muntah-muntah dan susah buang air besar.
Ratih adalah ibu dari Ida Ayu Made Widyaswari, yang biasa dipanggil Widi, seorang bayi kelahiran Denpasar, 5 Januari 2018 yang didiagnosa mengidap penyakit hirschsprung sejak usia dua minggu. Penyakit hirschsprung adalah kelainan yang terjadi pada usus besar (kolon). Gejala awal yang yang muncul pada Widi adalah perut bengkak, muntah-muntah dan susah buang air besar.
"Di usia yang masih sangat muda, jujur hati saya sedih melihat kondisi anak saya. Pada saat itu, saya sekeluarga hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kesembuhan anak saya. Saya berharap ada keajaiban," kenang Ratih.
Atas kondisi yang dialaminya, Widi harus melakukan operasi pertamanya pada saat Widi berusia 3 bulan. Setelah dilakukan operasi, Widi tidak bisa buang air besar melalui anus melainkan melalui pembuatan saluran yang keluar dari area abdomen atau perut yang disebut stoma dengan menggunakan kantung sampai keadaan benar-benar pulih. Setelah operasi pertama, Widi kembali diharuskan melakukan beberapa operasi hingga operasi ke empat di usianya yang ke-10 bulan.
“Semoga ini memang operasi terakhir bagi anak saya dan anak saya bisa segera sehat dan normal kembali,” ucap Ratih yang saat itu sedang menemani anaknya bersama sang suami.
[pilihan-redaksi2]
Merasa tertolong akan manfaat dari Program JKN-KIS yang telah menyelamatkan nyawa anaknya, Ratih pun tak henti mengungkapkan rasa syukur kepada pemerintah dan seluruh peserta JKN-KIS yang telah bergotong royong membantu biaya pengobatan Widi melalui iuran yang dibayarkan para peserta secara rutin setiap bulannya.
Merasa tertolong akan manfaat dari Program JKN-KIS yang telah menyelamatkan nyawa anaknya, Ratih pun tak henti mengungkapkan rasa syukur kepada pemerintah dan seluruh peserta JKN-KIS yang telah bergotong royong membantu biaya pengobatan Widi melalui iuran yang dibayarkan para peserta secara rutin setiap bulannya.
"Berkat program ini akhirnya anak saya bisa mendapatkan pengobatan hingga tuntas. Tidak ada biaya sepeser pun yang harus saya keluarkan. Semuanya berkat JKN-KIS. Tidak bisa saya bayangkan berapa puluh juta uang yang harus saya keluarkan untuk pengobatan Widi kalau saya tidak menjadi peserta JKN-KIS. Semoga kesadaran masyarakat Indonesia akan Program JKN-KIS semakin meningkat, sehingga program ini bisa terus memberikan manfaat kepada masyarakat lain yang membutuhkan,” tutur Ratih bersungguh-sungguh. (bbn/aga/adv)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026