Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Penerapan Perwali Diet Plastik Juga Merambah Sektor Pariwisata
Kamis, 3 Januari 2019,
14:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tidak hanya di kawasan pasar tradisional, supermarket, dan pasar modern saja, penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang pengurangan plastik juga turut dilaksanakan di Dunia Pariwisata.
Seperti yang dilakukan Dinas Pariwisata (Diparda) Kota Denpasar pada Kamis (3/1) turut melaksanakan sosialisasi dan sidak bagi usaha di sektor pariwisata dengan menyasar hotel dan restoran di Kota Denpasar.
Kadis Pariwisata Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani didampingi Kabid Industri Pariwisata, I Ketut Arya menjelaskan bahwa Dinas Pariwisata Kota Denpasar secra berksinambungan terus mendukung upaya pengurangan plastik ini.
Dimana, sosialisasi gencar dilaksanakan sehingga mampu memaksimalkan pengurangan sampah plastik di Bumi. “Besar harapan kami pengurangan sampah plastik ini agar menjadi perhatian kita bersama, termasuk dunia pariwisata,” jelasnya.
Lebih lanjut Dezire mengatakan bahwa sampah plastik tidak hanya mengganggu kesehatan, melainkan menjadi tantangan bersama lantaran Bali hingga saat ini masih bertumpu pada sektor pariwisata. Seperi kita ketahui bersama bahwa salah satu obyek wisata terkenal di Asia terpaksa tutup lantaran banyaknya sampah plastik di daerah tersebut.
“Hal inilah yang tidak kami inginkan terjadi di Bali, karena sektor perekonomian hingga saat ini masih bertumpu pada pariwisata, dan kalau pariwisata goyah maka segala lini ekonomi Bali juga berpeluang goyah,” paparnya.
Kabid Industri Pariwisata, I Ketut Arya menambahkan bahwa sosialisasi penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 yang mengatur pengurangan sampah plastik di Kota Denpasar ini telah dilaksanakan dengan menyasar 47 lokasi usaha. Dimana jumlah tersebut terdiri atas 11 usaha hiburan, 25 usaha restoran dan 11 usaha hotel.
Khusus di Bidang Usaha Pariwisata pihaknya menekankan bahwa pengusaha pariwisata agar mengurangi pemakaian plastik sekali pakai seperti halnya kantong plastik, sedotan plastik, dan stayrofom. Sosialisasi ini akan dilaksanakan satu minggu kedepan dan selanjutnya akan dilakukan tindakan tegas.
“Yang sudah melaksanakan kami sangat mengapresiasi, dan kami harapkan seluruh pelaku usaha pariwisata agar senantiasa menggunakan bahan ramah lingkungan dan memasang himbauan di depan toko, restoran atau hotel sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat yang datang,” pungkasnya.
Sementara, Ketua FSP Par SPSI Unit Prama Sanur Beach, Ketut Suandi mengatakan bahwa pihaknya di Prama Sanur Beach sangat mendukung perwali tentang pengurangan sammpah plastik ini. Bahkan pihaknya telah mendisain dan menyiapkan tas ramah lingkungan dan pipet berbahan kertas.
“Kami sangat mendukung upaya mengurangi sampah plastik ini, karena pariwisata di Bali juga mengandalkan keindahan alam yang harus terus dijaga bersama,” pungkasnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026