Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 13 September 2026
Penerapan Perwali Diet Plastik Juga Merambah Sektor Pariwisata
Kamis, 3 Januari 2019,
14:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tidak hanya di kawasan pasar tradisional, supermarket, dan pasar modern saja, penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang pengurangan plastik juga turut dilaksanakan di Dunia Pariwisata.
Seperti yang dilakukan Dinas Pariwisata (Diparda) Kota Denpasar pada Kamis (3/1) turut melaksanakan sosialisasi dan sidak bagi usaha di sektor pariwisata dengan menyasar hotel dan restoran di Kota Denpasar.
Kadis Pariwisata Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani didampingi Kabid Industri Pariwisata, I Ketut Arya menjelaskan bahwa Dinas Pariwisata Kota Denpasar secra berksinambungan terus mendukung upaya pengurangan plastik ini.
Dimana, sosialisasi gencar dilaksanakan sehingga mampu memaksimalkan pengurangan sampah plastik di Bumi. “Besar harapan kami pengurangan sampah plastik ini agar menjadi perhatian kita bersama, termasuk dunia pariwisata,” jelasnya.
Lebih lanjut Dezire mengatakan bahwa sampah plastik tidak hanya mengganggu kesehatan, melainkan menjadi tantangan bersama lantaran Bali hingga saat ini masih bertumpu pada sektor pariwisata. Seperi kita ketahui bersama bahwa salah satu obyek wisata terkenal di Asia terpaksa tutup lantaran banyaknya sampah plastik di daerah tersebut.
“Hal inilah yang tidak kami inginkan terjadi di Bali, karena sektor perekonomian hingga saat ini masih bertumpu pada pariwisata, dan kalau pariwisata goyah maka segala lini ekonomi Bali juga berpeluang goyah,” paparnya.
Kabid Industri Pariwisata, I Ketut Arya menambahkan bahwa sosialisasi penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 yang mengatur pengurangan sampah plastik di Kota Denpasar ini telah dilaksanakan dengan menyasar 47 lokasi usaha. Dimana jumlah tersebut terdiri atas 11 usaha hiburan, 25 usaha restoran dan 11 usaha hotel.
Khusus di Bidang Usaha Pariwisata pihaknya menekankan bahwa pengusaha pariwisata agar mengurangi pemakaian plastik sekali pakai seperti halnya kantong plastik, sedotan plastik, dan stayrofom. Sosialisasi ini akan dilaksanakan satu minggu kedepan dan selanjutnya akan dilakukan tindakan tegas.
“Yang sudah melaksanakan kami sangat mengapresiasi, dan kami harapkan seluruh pelaku usaha pariwisata agar senantiasa menggunakan bahan ramah lingkungan dan memasang himbauan di depan toko, restoran atau hotel sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat yang datang,” pungkasnya.
Sementara, Ketua FSP Par SPSI Unit Prama Sanur Beach, Ketut Suandi mengatakan bahwa pihaknya di Prama Sanur Beach sangat mendukung perwali tentang pengurangan sammpah plastik ini. Bahkan pihaknya telah mendisain dan menyiapkan tas ramah lingkungan dan pipet berbahan kertas.
“Kami sangat mendukung upaya mengurangi sampah plastik ini, karena pariwisata di Bali juga mengandalkan keindahan alam yang harus terus dijaga bersama,” pungkasnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026