Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 6 Mei 2026
Erupsi Gunung Agung Disebabkan Kelebihan Tekanan Bukan Karena Hujan
Selasa, 22 Januari 2019,
06:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Adanya erupsi yang terjadi dua kali dalam waktu 15 menit pada Senin (21/1), memang di saat wilayah Karangasem diguyur hujan lebat. Namun bukanlah hujan jadi penyebab terjadinya erupsi Gunung Agung saat ini.
Hal itu dibeberkan Kasubid Mitigasi Bencana Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana, bahwa erupsi yang terjadi hari ini dan beberapa hari lalau itu terjadi karena terjadinya kelebihan tekanan atau Over Pressure yang terjadi di dalam perut Gunung Agung.
Menurutnya tekanan ini bisa bersumber dari material magma yang naik secara masif maupun berupa gas-gas magmatik yang naik sedikit-sedikit untuk kemudian terakumulasi di kedalaman tertentu.
Lanjutnya, bahwa akumulasi dan tekanan gas magmatik disertai naiknya material magma yang masif tersebut mengakibatkan lapisan penutup bagian atas permukaan kawah tidak lagi mampu menahan tekanan sehingga terjadilah erupsi.
"Ada beberapa faktor lainnya yaitu faktor eksternal yang juga memicu terjadinya erupsi tersebut, diantaranya terjadinya gempa tektonik, efek tidal dan lainnya," ungkapnya.
Air hujan, kata dia jika masuk ke dalam sistem vulkanik dan berinteraksi dengan uap magma yg panas, bisa juga memicu terjadinya hembusan bahkan letusan. Namun, ditegaskan Devy Kamil yang perlu diingat bahwa bukan hujan yg menyebabkan adanya erupsinya.
Hujan kata dia hanya menjadi faktor trigger dari luar, hanya jika gunung apinya sedang kelebihan tekanan. Namun ditegaskannya, tidak semua gunung api langsung reaktif meletus karena hujan.
“Sekarang kan musim hujan, kalau memang hanya hujan yang menyebabkan erupsi, kenapa hanya Gunung Agung yang erupsi? Sementara gunung api lainnya tidak," Tandasnya.
Sebelumnya pihak PVMBG menginformasikan pada Senin (21/1) telah terjadi erupsi Gunung Agung pada pukul 16.45 Wita dan 17.00 Wita. Hingga saat ini gunung tertinggi di Bali ini masih di guyur hujan deras dan tetap pada status Siaga di Level III.
Diimbau bagi masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada saat ini hujan terus mengguyur deras.
Berita Premium
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 516 Kali
02
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 404 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 398 Kali
04
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026