Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 13 Mei 2026
Perempuan Terdampak Napza Kampanye Anti Stigma Lewat Senam Zumba
Senin, 18 Februari 2019,
10:12 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beritabali.com, Bangli. Dua perempuan pemberani menyampaikan pengalamannya menjadi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan pecandu narkoba. Ibu Desi dan Andini membuat warga yang sedang berada di Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Bali terdiam dan menyimak cerita mereka menghadapi masa-masa sulit dan kini bekerja untuk pemberdayaan teman-temannya.
[pilihan-redaksi]
Rumah Cemara mengadakan kegiatan kampanye #IndonesiaTanpaStigma yang dilaksanakan secara serentak pada 6 kota Besar di Bandung, Medan, Denpasar, Tangerang, Bengkulu, dan Mataram. Untuk di Bali, Perempuan Tangguh Inspirasi Wahana Imbas Napza (Pertiwi) sebagai pelaksana kegiatan kampanye yang diadakan oleh Rumah Cemara di Bali.
Rumah Cemara mengadakan kegiatan kampanye #IndonesiaTanpaStigma yang dilaksanakan secara serentak pada 6 kota Besar di Bandung, Medan, Denpasar, Tangerang, Bengkulu, dan Mataram. Untuk di Bali, Perempuan Tangguh Inspirasi Wahana Imbas Napza (Pertiwi) sebagai pelaksana kegiatan kampanye yang diadakan oleh Rumah Cemara di Bali.
“Saya melakukan konseling untuk kecanduan, dikasi edukasi dan lainnya, membuka pikiran saya sehingga saya hidup dalam pemulihan sehingga saat ini,” ujar Andini, perempuan muda asal Bangli ini.
Sementara Ibu Desi tertular HIV dari suaminya. Ia pernah mengalami pengucilan namun tetap bertahan dan kini menjadi konselor bagi warga yang tes HIV.
Pertiwi mengampanyekan Indonesia Tanpa Stigma ini dengan cara unik, menari bersama warga dalam Bali Zumba pada Minggu pagi, 17 Februari 2019 di Lapangan Kapten Mudita Bangli Jl. Lettu Kanten, Kawan, Bangli. Bekerja sama dengan sejumlah LSM penanggulangan HIV/AIDS di Bali, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Bangli, dan sejumlah lembaga sosial lainnya.
Pertiwi adalah komunitas Perempuan Pengguna Napza dan pasangan pengguna Napza di Bali yang didirikan karena kebutuhan akan perlunya perhatian khusus bagi pasangan dan perempuan pengguna Napza. Untuk dapat mengakses layanan terkait dengan HIV & AIDS, IMS, rumah pemulihan dan perlindungan Hak Asasi Manusia.
Meskipun Baru didirikan pada 1 November 2019, Pertiwi hadir untuk dapat mengakomodir hak sebagai warga negara Indonesia melalui pendekatan pemberdayaan perempuan dan advokasi. Sebagai awal membangun mimpi dimulai dengan berjejaring bersama lembaga dan pemangku kebijakan yang telah lebih dulu menjadi bagian dari kerja kemanusiaan di bidang HIV, Napza dan HAM di Bali, khususnya kota Denpasar.
Astrid Adriana Wulandari Rejonta, Koordinator acara Bali Zumba mengatakan keterlibatan Pertiwi dalam kegiatan kampanye #IndonesiaTanpaStigma ini sangat membantu menyuarakan pesan dan mimpi Bali yang lebih baik dan lebih sehat bagi perempuan pengguna Napza serta perempuan pasangan pengguna Napza. Kesempatan ini akan menjadi terobosan Pertiwi dan mitranya untuk mengajak masyarakat mengikis prasangka yang selama ini dibebankan pada perempuan pengguna Napza (stigma).
[pilihan-redaksi2]
Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali dan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan Bali (LBH APIK Bali) juga hadir memberi informasi pentingnya perlindungan dan pemberdayaan perempuan di isu ini. Komedian dan Selebgram terkenal Bali yaitu Puja Astawa membawakan games dan quiz dengan pertanyaan seputar mitos yang berkembang di masyarakat tentang HIV/AIDS dan korban Napza. Ia senang bisa terlibat di acara ini dan mengetahui banyak informasi yang benar.
Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali dan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan Bali (LBH APIK Bali) juga hadir memberi informasi pentingnya perlindungan dan pemberdayaan perempuan di isu ini. Komedian dan Selebgram terkenal Bali yaitu Puja Astawa membawakan games dan quiz dengan pertanyaan seputar mitos yang berkembang di masyarakat tentang HIV/AIDS dan korban Napza. Ia senang bisa terlibat di acara ini dan mengetahui banyak informasi yang benar.
Pada puncak acara, peserta kegiatan kampanye memberikan pernyataan dengan cara meneriakkan #IndonesiaTanpaStigma dan #BaliTanpaStigma. Memberikan tanda tangan dan pesan kampanye pada spanduk yang disediakan. “Prasangka buruk lebih membunuh dibanding kecanduan dan virus itu sendiri. Bersama kita mengikis prasangka untuk Indonesia yang lebih baik,” ujar Yayuk Fatmawati, Koordinator Pertiwi. (bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1177 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 917 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 749 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 685 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026