Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 15 Mei 2026
STT Dharma Dwipa, Lelateng Raih Juara 1 Lomba Ogoh-Ogoh Se-Jembrana
Jumat, 8 Maret 2019,
09:19 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com.Jembrana. Ogoh-ogoh STT Dharma Dwipa, banjar adat Ketapang, Desa Pekraman Lelateng, kecamatan Negara yang bertema Geseng Gesing meraih juara pertama dalam lomba ogoh-ogoh yang digelar Pemkab Jembrana, Rabu (8/3).
[pilihan-redaksi]
Untuk ogoh-ogoh terbaik, disiapkan hadiah sebesar Rp 6 juta, Juara kedua Rp 5 juta, juara ketiga Rp 4 juta. Sementara untuk juara harapan I dan II masing-masing Rp 2juta. Sebelumnya masing-masing ogoh-ogoh yang tampil juga diganjar jasa pementasan, masing-masing sebesar Rp.5 juta.
Untuk ogoh-ogoh terbaik, disiapkan hadiah sebesar Rp 6 juta, Juara kedua Rp 5 juta, juara ketiga Rp 4 juta. Sementara untuk juara harapan I dan II masing-masing Rp 2juta. Sebelumnya masing-masing ogoh-ogoh yang tampil juga diganjar jasa pementasan, masing-masing sebesar Rp.5 juta.
Untuk hasil keseluruhan penilaian dewan juri juara kedua diraih STT Hita Graha, banjar adat Munduk Sekehe Teruna Hita Graha, bertema Purane Encak. Juara ketiga diraih STT Eka Cipta, banjar Menega, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, bertema Ogoh-Ogoh Sang Kala Cantaka Murka.
Sebelumnya, sebanyak 15 ogoh-ogoh hasil seleksi dari lima kecamatan turut serta dalam lomba tahun ini yang digelar di Catus Pata depan Kantor Bupati Jembrana dalam perayaan Nyepi tahun Caka 1941. Lomba kali ini panitia mewajibkan peserta menggunakan bahan ramah lingkungan sebagai material utama pembuatan ogoh-ogoh karena banyak manfaatnya dan melarang keras penggunaan styrofoam maupun bahan plastik dan sejenisnya.
Penggunaan bahan ramah lingkungan dalam pembuatan ogoh-ogoh ini juga menjadi acuan dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi, pelaku seni serta praktisi dalam menentukan pemenang. Bahkan memiliki porsi paling besar karena memiliki bobot penilaian 80 persen .Komponen ini juga termasuk anatomi, keindahan serta ekspresi ogoh-ogoh yang dibuat.
Sisanya meliputi pementasan dan fragmentari sebesar 10 persen, serta unsur tabuh 10 persen.
“Kami pilih dewan juri yang benar – benar kompoten dibidangnya. Didalam penilaian tidak ada titipan atau pesanan, apalagi memihak salah satu peserta,” ujar I Ketut Arya Tangkas, panitia lomba yang juga ketua Sabha Yowana Jembrana terkait teknis penilaian, Rabu (6/3).
Ditambahkannya, selain mendukung program pemerintah sesuai Pergub nomor 97 tahun 2018, tentang pembatasan sampah plastik , penggunaan bahan ramah lingkungan juga banyak manfaatnya. Selain lebih aman dan sehat lanjutnya, semua anggota sekehe bisa terlibat mulai dari mencari dan membentuk bahan hingga menganyam atau mengulat.
"Yang tidak ikut mengulat, bisa membantu rekan-rekannya menyiapkan tabuh maupun fragmen tari. Rasa memiliki serta kebersamaan juga akan tumbuh disini. Jadi intinya semua anggota bisa terlibat,” papar Arya Tangkas.
Dijelaskan melalui penggunaan bahan ramah lingkungan juga disebutnya, tradisi masyarakat Bali akan terjaga. "Melalui pembuatan ogoh-ogoh masyarakat Bali yang terbiasa ngayah, menyama braya serta bahu membahu satu sama lain justru akan memunculkan ide-ide kreatif dari anak muda untuk membangun banjarnya atau desanya,” jelas Arya Tangkas.
Sosialisasi penggunaan bahan ramah lingkungan juga sudah dilakukan. Diantaranya melalui surat menggandeng desa dinas serta kecamatan. Sementara sosialisasi secara langsung dengan mengumpulkan perwakilan sekehe teruna di Gedung Mendopo Kesari – Negara, pada hari Jumat (1/2) lalu. “Memang kedepan trendnya adalah penggunaan bahan bahan ramah lingkungan seperti ini. Hal ini juga sudah dilakukan di daerah-daerah lain yang juga mengadakan lomba ogoh-ogoh,” ungkapnya.
[pilihan-redaksi2]
Pelaksanaan lomba ogoh-ogoh yang disaksikan langsung Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang juga penggagas lomba ogoh ogoh di Jembrana sejak tujuh tahun lalu. Selain itu turut hadir Kapolres Jembrana AKBP Budi P Saragih , Dandim 1617/Jembrana Letkol Djefry Marsono Hanok serta pimpinan OPD dilingkup Pemkab Jembrana, ini juga wujud nyata serta komitmen Pemkab Jembrana secara berkesinambungan memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk menunjukan kreatifitasnya. Selain itu guna menumbuhkan kebersamaan serta rasa keindahan.
Pelaksanaan lomba ogoh-ogoh yang disaksikan langsung Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang juga penggagas lomba ogoh ogoh di Jembrana sejak tujuh tahun lalu. Selain itu turut hadir Kapolres Jembrana AKBP Budi P Saragih , Dandim 1617/Jembrana Letkol Djefry Marsono Hanok serta pimpinan OPD dilingkup Pemkab Jembrana, ini juga wujud nyata serta komitmen Pemkab Jembrana secara berkesinambungan memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk menunjukan kreatifitasnya. Selain itu guna menumbuhkan kebersamaan serta rasa keindahan.
I Wayan Sutardi, Kabid Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Jembrana mengatakan ogoh-ogoh dibuat diwajibkan mencirikan Bhutakala dengan tema-tema kreatif sebagai perlambang sifat negatif. “Lomba tahun ini kami bekerjasama dengan sabhya yowana, majelis madya serta camat se-Jembrana.Sebelumnya sosialisasi lomba serta tim pemantau juga sudah turun kemasing-masing kecamatan memberi penilaian. Hasil pemantauan itulah yang kita perlombakan hari ini, diikuti 15 perwakilan ogoh-ogoh,” papar Sutardi. (bbn/jim/adv/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1317 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1013 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 851 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 759 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026