Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Keanekaragaman Anggrek Dendrobium Alam Bali Masuk Kategori Rendah Hingga Moderat
Senin, 18 Maret 2019,
12:53 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Keanekaragaman anggrek Dendrobium alam Bali masuk kategori rendah hingga moderat.
[pilihan-redaksi]
Tercatat hanya ditemukan 24 spesies anggrek Dendrobium alam Bali yang mempunyai hubungan kekerabatan secara fenotipik dan genotipik. Hal tersebut disampaikan penelitian Ida Ayu Putri Darmawati saat mempertahankan hasil penelitiannya dalam ujian terbuka Fakultas Pertanian di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar pada Senin (18/3).
Tercatat hanya ditemukan 24 spesies anggrek Dendrobium alam Bali yang mempunyai hubungan kekerabatan secara fenotipik dan genotipik. Hal tersebut disampaikan penelitian Ida Ayu Putri Darmawati saat mempertahankan hasil penelitiannya dalam ujian terbuka Fakultas Pertanian di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar pada Senin (18/3).
Putri Darmawati mengangkat penelitian berjudul "Eksplorasi dan Karakterisasi Fenotipik dan Genotipik Anggrek Dendrobium Format Bali, serta Evaluasi Kompatibilitasnya". Menurut Putri Darmawati, terdapat aksesi Dendrobium alam Bali yang mempunyai keunggulan dan keunikan secara fenotip dan genotip.
"Terdapat yang unggul dan unik yaitu Dendrobium macrophylum dan Dendrobium aphylum oleh Dendrobium Fimbriatum, Dendrobium heterocarpum, Dendrobium scundum dan Dendrobium stuartii, sehingga dapat dipilih sebagai induk persilangan" kata perempuan kelahiran 15 September 1971.
Wanita yang merupakan dosen pada Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Unud mengungkapkan anggrek Dendrobium Macrophylum A. Rich. Memiliki keunggulan secara fenotipik dan terdeteksi mempunyai gen fungsional DOH1 (gen untuk mempertahankan arsitektur tanaman). Selain itu berdasarkan hasil uji kompatibilitas persilangan dan fertilitas dapat dipilih sebagai tetua betina dalam menghasilkan hibrida tipe baru.
[pilihan-redaksi2]
Istri dari Ida Bagus Putra Adi Kencana, ST menyampaikan bahwa tindakan pencurian liar oleh penghobis dan kolektor semakin tinggi dan tidak bertanggungjawab serta perubahan iklim akibat pemanasan global diduga berkontribusi terhadap menurunnya populasi anggrek alam Bali. Maka menjadi penting dilakukan eksplorasi terhadap anggrek alam Bali, terutama anggrek Dendrobium.
Istri dari Ida Bagus Putra Adi Kencana, ST menyampaikan bahwa tindakan pencurian liar oleh penghobis dan kolektor semakin tinggi dan tidak bertanggungjawab serta perubahan iklim akibat pemanasan global diduga berkontribusi terhadap menurunnya populasi anggrek alam Bali. Maka menjadi penting dilakukan eksplorasi terhadap anggrek alam Bali, terutama anggrek Dendrobium.
"Eksplorasi anggrek di Bali sudah dilakukan, namun baru sebagian kecil bila dibandingkan dengan luasnya kawasan hutan yang dimiliki. Beberapa kawasan diantaranya di hutan alam Kebun Raya Ekakarya Bali, Taman Wisata Alam Danau Buyan-Tamblingan dan Gunung Batukaru," papar ibu dari Ida Ayu Mas Prabhasuari dan Ida Bagus Andika Bhaskara.[bbn/mul]
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026