Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Tajen Ajeg di Bali Karena Relasi Elit Politik Dan Bebotoh Tajen
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Tajen menjadi ajeg di Bali karena adanya relasi antara elit politik dan bebotoh tajen yang tergabung dalam jaringan sekaa tajen.
[pilihan-redaksi]
Dimana para elit politik menjadikan tajen sebuah modal sosial untuk dapat memobilisasi massa dalam rangka Pemilu Legislatif.
Elit Politik yang mencalonkan diri memanfaatkan kekuasaan dan juga status sosio-ekonomi yang dimilikinya untuk membangun sebuah ikatan dengan bebotoh dan sekaa tajen di daerahnya.
Hal ini terungkap dalam sebuah artikel berjudul “Mobilisasi Massa Melalui Tajen Dalam Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2014 Di Kabupaten Tabanan” yang dipublikasikan dalam E-Jurnal Politika, Volume 1 nomor 1 tahun 2017. Artikel tersebut ditulis oleh I Kadek Eggy Segel, Muh. Ali Azhar, dan Piers Andreas Noak dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana.
I Kadek Eggy Segel dan kawan-kawan menuliskan mobilisasi yang dilakukan oleh sekaa tajen dilakukan dengan mensosialisasikan Caleg kepada keluarga, kerabat, dan juga masyarakat di desa-desa tempat tajen berlangsung.
Masyarakat yang desanya dijadikan sebagai kalangan tajen atau arena tajen sudah pasti akan memilih Caleg yang memiliki ikatan dengan sekaa tajen, karena berkat Caleg tersebut tajen dapat terus dilaksanakan dan memberikan keuntungan dibidang ekonomi dalam hal menambah pendapat masyarakat sekitar.
I Kadek Eggy Segel dan kawan-kawan memberikan analisis bahwa jaringan antara Sekaa tajen dan Caleg terbentuk melalui ikatan yang kuat diantara kedua belah pihak yang memiliki kesepakatan dan tujuan yang sama, yakni melanggengkan kekuasaan keduanya. Ikatan yang membentuk jaringan antara Caleg dan bebotoh didasari atas rasa kepercayaan satu sama.
[pilihan-redaksi2]
Jaringan dan kepercayaan tidak akan lengkap menjadi sebuah modal sosial tanpa norma atau aturan yang mengatur interaksi antar aktor didalamnya.
Norma dalam jaringan antara Caleg dan Sekaa tajen terbentuk secara tidak tertulis, meskipun norma tersebut tidak ditetapkan secara tertulis, interaksi sosial antar kedua aktor tersebut memiliki ikatan yang kuat atas dasar moral dan martabat dimasyarakat. [bbn/E-Jurnal Politika/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2304 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan