Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Tajen Ajeg di Bali Karena Relasi Elit Politik Dan Bebotoh Tajen
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Tajen menjadi ajeg di Bali karena adanya relasi antara elit politik dan bebotoh tajen yang tergabung dalam jaringan sekaa tajen.
[pilihan-redaksi]
Dimana para elit politik menjadikan tajen sebuah modal sosial untuk dapat memobilisasi massa dalam rangka Pemilu Legislatif.
Elit Politik yang mencalonkan diri memanfaatkan kekuasaan dan juga status sosio-ekonomi yang dimilikinya untuk membangun sebuah ikatan dengan bebotoh dan sekaa tajen di daerahnya.
Hal ini terungkap dalam sebuah artikel berjudul “Mobilisasi Massa Melalui Tajen Dalam Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2014 Di Kabupaten Tabanan” yang dipublikasikan dalam E-Jurnal Politika, Volume 1 nomor 1 tahun 2017. Artikel tersebut ditulis oleh I Kadek Eggy Segel, Muh. Ali Azhar, dan Piers Andreas Noak dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana.
I Kadek Eggy Segel dan kawan-kawan menuliskan mobilisasi yang dilakukan oleh sekaa tajen dilakukan dengan mensosialisasikan Caleg kepada keluarga, kerabat, dan juga masyarakat di desa-desa tempat tajen berlangsung.
Masyarakat yang desanya dijadikan sebagai kalangan tajen atau arena tajen sudah pasti akan memilih Caleg yang memiliki ikatan dengan sekaa tajen, karena berkat Caleg tersebut tajen dapat terus dilaksanakan dan memberikan keuntungan dibidang ekonomi dalam hal menambah pendapat masyarakat sekitar.
I Kadek Eggy Segel dan kawan-kawan memberikan analisis bahwa jaringan antara Sekaa tajen dan Caleg terbentuk melalui ikatan yang kuat diantara kedua belah pihak yang memiliki kesepakatan dan tujuan yang sama, yakni melanggengkan kekuasaan keduanya. Ikatan yang membentuk jaringan antara Caleg dan bebotoh didasari atas rasa kepercayaan satu sama.
[pilihan-redaksi2]
Jaringan dan kepercayaan tidak akan lengkap menjadi sebuah modal sosial tanpa norma atau aturan yang mengatur interaksi antar aktor didalamnya.
Norma dalam jaringan antara Caleg dan Sekaa tajen terbentuk secara tidak tertulis, meskipun norma tersebut tidak ditetapkan secara tertulis, interaksi sosial antar kedua aktor tersebut memiliki ikatan yang kuat atas dasar moral dan martabat dimasyarakat. [bbn/E-Jurnal Politika/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2940 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun