Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Ekstrak Ethanol Daun Kemangi Berpotensi Sebagai Insektisida "Aedes Aegypti"
Minggu, 31 Maret 2019,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Ekstrak ethanol daun kemangi berpotensi sebagai insektisida terhadap nyamuk Aedes aegypti. Hal ini karena Ekstrak ethanol daun kemangi mengandung golongan senyawa flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid/steroid.
[pilihan-redaksi]
Senyawa flavonoid bersifat racun melalui aromanya yang sangat tajam. Pencernaan serangga juga dapat dirusak oleh senyawa saponin. Kemampuan mencerna makanan dapat menurun akibat senyawa tanin yang menurunkan efektivitas enzim pencernaan pada serangga.
Senyawa flavonoid bersifat racun melalui aromanya yang sangat tajam. Pencernaan serangga juga dapat dirusak oleh senyawa saponin. Kemampuan mencerna makanan dapat menurun akibat senyawa tanin yang menurunkan efektivitas enzim pencernaan pada serangga.
Data tersebut terungkap dalam sebuah artikel berjudul “Efektivitas Ekstrak Ethanol Daun Kemangi (Ocimum Sanctum) Sebagai Insektisida Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti” yang dipublikasikan dalam E-Jurnal Medika, volume 7 nomor 12 tahun 2018. Artikel ditulis oleh Ni Putu Ayu Elistya Ning Purwani dan I Kadek Swastika dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Ni Putu Ayu Elistya Ning Purwani dan I Kadek Swastika menuliskan flavonoid merusak tubuh nyamuk melalui organ respirasi serangga yang dikenal dengan spirakel. Spirakel yang rusak mengakibatkan serangga tidak bisa bernafas dan akhirnya mati.
[pilihan-redaksi2]
Semakin lama terpapar bahan aktif dari insektisida akan menyebabkan semakin banyak akumulasi bahan tersebut di dalam tubuh nyamuk, hal ini yang menyebabkan kematian nyamuk.
Semakin lama terpapar bahan aktif dari insektisida akan menyebabkan semakin banyak akumulasi bahan tersebut di dalam tubuh nyamuk, hal ini yang menyebabkan kematian nyamuk.
Saponin merusak struktur dan permeabilitas sel membran serangga, sehingga menyebabkan komponen di dalam sel bocor, keluar dan akhirnya menyebabkan kematian serangga.
Kematian nyamuk Aedes agypti juga disebabkan oleh eugenol yang bersifat neurotoksik serta mempengaruhi sistem saraf serangga.[bbn/ E-Jurnal Medika/mul]
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026