Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Pengembangan Desa Wisata Harus Menjadi Kontrol Masuknya Investor
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Pengembangan Desa Wisata diharapkan dapat menjadi kontrol bagi masuknya investor. Apabila tidak ada desa wisata dikhawatirkan akan membuat desa menjadi sembrawut dalam pengembangan pariwisata.
[pilihan-redaksi]
“Justru disinilah Desa wisata menjadi pintu masuknya investor yang perlu di awasi, kontrol dan saring.Apabila tdk ada desa wisata justru akan membuat desa itu akan menjadi kesemrautan dalam pengembangan pariwisata.Jadikan Desa wisata sebagai gawangnya” jelas Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem Wayan Kariasa saat dikonfirmasi pada Sabtu (6/4)
Menurut Kariasa, pada dasarnya desa wisata dibuat dan dikukuhkan oleh kepala desa dan sudah barang tentu menggandeng desa adat dan masyarakat. Desa widata adalah rohnya pariwisata yg berkelanjutan, yang berlandaskan spiritual, budaya dan alam dengan menampilkan ciri khas dan keunikan desa.
“Adapun konsep dari desa wisata kita menekankan mengenai keunikan dari desa masing-masing sehingga menjadikan warna warni perkembangan pariwisata kita. Dari pengelola sendiri yang harus kreatif dan inovasi untuk membuat hal-hal yang unik dan bersaing” ujar pria yang kini juga menjabat sebagai Ketua The Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Karangasem
Kariasa menambahkan desa wisata yang sudah berjalan perlu penataan dan pengembangan. Kini tinggal peran pemerintah dan PHRI untuk mendorong agar lebih optimal.[bbn/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 475 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 383 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 316 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan