Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Pengembangan Desa Wisata Harus Menjadi Kontrol Masuknya Investor
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Pengembangan Desa Wisata diharapkan dapat menjadi kontrol bagi masuknya investor. Apabila tidak ada desa wisata dikhawatirkan akan membuat desa menjadi sembrawut dalam pengembangan pariwisata.
[pilihan-redaksi]
“Justru disinilah Desa wisata menjadi pintu masuknya investor yang perlu di awasi, kontrol dan saring.Apabila tdk ada desa wisata justru akan membuat desa itu akan menjadi kesemrautan dalam pengembangan pariwisata.Jadikan Desa wisata sebagai gawangnya” jelas Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem Wayan Kariasa saat dikonfirmasi pada Sabtu (6/4)
Menurut Kariasa, pada dasarnya desa wisata dibuat dan dikukuhkan oleh kepala desa dan sudah barang tentu menggandeng desa adat dan masyarakat. Desa widata adalah rohnya pariwisata yg berkelanjutan, yang berlandaskan spiritual, budaya dan alam dengan menampilkan ciri khas dan keunikan desa.
“Adapun konsep dari desa wisata kita menekankan mengenai keunikan dari desa masing-masing sehingga menjadikan warna warni perkembangan pariwisata kita. Dari pengelola sendiri yang harus kreatif dan inovasi untuk membuat hal-hal yang unik dan bersaing” ujar pria yang kini juga menjabat sebagai Ketua The Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Karangasem
Kariasa menambahkan desa wisata yang sudah berjalan perlu penataan dan pengembangan. Kini tinggal peran pemerintah dan PHRI untuk mendorong agar lebih optimal.[bbn/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang