Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 8 Mei 2026
Bupati Artha Berharap Warga Pesisir Tidak Buang Sampah Plastik ke Sungai
Senin, 8 April 2019,
09:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Bupati Jembrana Putu Artha berharap masyarakat terutama yang ada di sepanjang sungai Ijo Gading untuk membuang sampah plastik ke sungai dampaknya karena bisa membahayakan diri sendiri melainkan membahayakan lingkungan di sekitar.
[pilihan-redaksi]
Maka dari itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat tidak saja di pesisir sungai dan di rumah masing-masing pun bagaimana cara memilah sampah supaya bisa menjadi contoh. "Maka dari itu Kepala Desa, Lurah, Kepala Lingkungan, dan tim semacam LH supaya betul-betul menerapkan apa yang menjadi program penertiban sampah plastik," ungkapnya saat Gerakan Berencana Bali Resik Sampah Plastik di kabupaten jembrana dipusatkan di pasar Ijo gading, Minggu (7/4).
Maka dari itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat tidak saja di pesisir sungai dan di rumah masing-masing pun bagaimana cara memilah sampah supaya bisa menjadi contoh. "Maka dari itu Kepala Desa, Lurah, Kepala Lingkungan, dan tim semacam LH supaya betul-betul menerapkan apa yang menjadi program penertiban sampah plastik," ungkapnya saat Gerakan Berencana Bali Resik Sampah Plastik di kabupaten jembrana dipusatkan di pasar Ijo gading, Minggu (7/4).
Artha berharap supaya masyarakat sadar bahwa sungai itu sangat disakralkan apalagi apalagi semua umat. "untuk sungai ijo gading ini apa yang dulunya menggunakan sungai ini untuk transportasi lewat sungai itu biar bisa diaktifkan lagi apalagi setiap tanggal bulan Agustus kita selalu mengadakan lomba samapan. maka dari itu supaya ini kita manfaatkan jangan sampai nanti sungai ini tidak berfungsi untuk kegiatan-kegiatan apa yang kita laksanakan dan programkan maka dari itu kami menghimbau kepada masyarakat yang utamanya yang berada pesisir sungai supaya betul-betul ikut sadar jangan membuang sampah ke sungai karena itu membahayakan bagi umat manusia," paparnya.
Kegiatan ini diikuti dengan jumlah peserta 500 orang terdiri dari Bendesa adat, Masyarakat, siswa-siswi SD, SMP, SMA/SMK, BUMN, ASN, TNI/Polri, dan Kelompok peduli lingkungan menggunakan pakaian adat madya.
Gerakan Semesta Berencana Bali Resik sampah plastik di kabupaten jembrana dilaksanakan di 5 lokasi, yakni di pantai Yeh Leh sampai dengan rest area pengeregaoan, pantai Rambut Siwi, di sungai Ijo Gading dan pasar umum Negara, pasar Melaya dan di museum manusia purba Gilimanuk. Gerakan Semesta Berencana Bali Resik sampah plastik ini bertujuan untuk mewujudkan partisipasi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap lingkungan.
[pilihan-redaksi2]
Bupati Jembrana I Putu Artha menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Bali pada hari yang sama dan jam yang sama dengan tujuan untuk menunjukkan partisipasi dan kepedulian masyarakat/krama bali terhadap pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai. Selain itu, lanjutnya juga untuk menghormati warisan para leluhur mengenai cara dan melihara/menjaga alam bali yang bersifat khas/unik, indah, dan suci/metaksu yang dituangkan menjadi nilai-nilai Tri Hita Karana.
Bupati Jembrana I Putu Artha menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Bali pada hari yang sama dan jam yang sama dengan tujuan untuk menunjukkan partisipasi dan kepedulian masyarakat/krama bali terhadap pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai. Selain itu, lanjutnya juga untuk menghormati warisan para leluhur mengenai cara dan melihara/menjaga alam bali yang bersifat khas/unik, indah, dan suci/metaksu yang dituangkan menjadi nilai-nilai Tri Hita Karana.
Kegiatan ini juga bentuk implementasi dari peraturan gubernur bali nomor 97 tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Kegiatan semesta berencana bali resik sampah plastik ini sengaja di pilih di sungai ijo gading dan pasar umum Negara sebagai lokasi pusat kegiatan untuk menciptakan lingkungan hidup yang hijau, indah, dan bersih serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi mayarakat dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup secara mandiri. (bbn/jim/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 778 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 687 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 509 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 485 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026