Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Peran Penyuluh Bahasa Bali Mendukung Terciptanya SDM yang Unggul
Rabu, 8 Mei 2019,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali Wayan Koster berkomitmen meningkatkan peran Penyuluh Bahasa Bali ke depan untuk mendukung penciptaan SDM Bali Unggul.
[pilihan-redaksi]
Hal ini disampaikan Gubernur Koster saat menerima audensi Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Selasa (7/5). Gubernur Koster mengatakan dengan hadirnya Perda Desa Adat, maka penyuluh bahasa Bali akan memiliki peran yang lebih besar di desa adat khususnya untuk mewujudkan SDM Bali Unggul yang juga merupakan bagian dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Hal ini disampaikan Gubernur Koster saat menerima audensi Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Selasa (7/5). Gubernur Koster mengatakan dengan hadirnya Perda Desa Adat, maka penyuluh bahasa Bali akan memiliki peran yang lebih besar di desa adat khususnya untuk mewujudkan SDM Bali Unggul yang juga merupakan bagian dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
"Ada tiga parameter SDM Bali Unggul, yaitu memperkuat jati diri, integritas moral dan kompetensi profesional," katanya.
Ia menambahkan saat ini kompetensi profesional secara umum sudah dikembangkan melalui pendidikan formal melalui kurikulum yang ditetapkan pemerintah pusat. Namun di Bali, kompetensi ini bisa diperkuat dengan membangun karakter melalui pendidikan nonformal di desa adat.
"Buat kita di Bali tidak hanya itu (pendidikan formal, red), yang lebih penting karakternya, jati diri dan integritas moral yang dikembangkan berdasar sastra dan lontar," kata Gubernur asal Buleleng. Ia berharap ke depan para penyuluh bahasa Bali memiliki kemampuan yang komplit untuk melestarikan adat Bali. Tenaga penyuluh diharapkan tidak hanya menguasai bahasa dan sastra, namun juga seni budaya lain seperti menari dan mesatwa. Untuk itu para penyuluh diharapkan bisa menggali kembali pendidikan karakter yang tertuang di lontar-lontar Bali.
"Jadi ke depan namanya bukan lagi lenyuluh karena cakupannya lebih luas," kata Gubernur.
[pilihan-redaksi2]
Para penyuluh menyambut gembira rencana Gubernur meningkatkan peran mereka di kemudian hari. "Kami sangat gembira dengan rencana Bapak Gubernur meningkatkan kapasitas itu, kami di penyuluh bahasa Bali lebih leluasa lagi tidak terbatas di bahasa aksara dan sastra dan memiliki regulasi yang jelas untuk bekerja di lapangan," kata Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali, I Wayan Suarmaja.
Para penyuluh menyambut gembira rencana Gubernur meningkatkan peran mereka di kemudian hari. "Kami sangat gembira dengan rencana Bapak Gubernur meningkatkan kapasitas itu, kami di penyuluh bahasa Bali lebih leluasa lagi tidak terbatas di bahasa aksara dan sastra dan memiliki regulasi yang jelas untuk bekerja di lapangan," kata Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali, I Wayan Suarmaja.
Suarmaja mengatakan selama ini program-program penyuluh bahasa Bali sudah bersinergis dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Salah satunya dengan hadirnya Pergub No. 80 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali yang sesuai dengan tupoksi penyuluh bahasa Bali.
Ia berharap dengan program Gubernur ke depan ini, masyarakat Bali kembali mengingat kekayaan budaya, adat dan agama. “Bahasa, aksara dan sastra Bali itu kan dibungkus dengan adat, agama dan budaya itu sendiri,” pungkasnya. (bbn/humasbali/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026