Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 19 Agustus 2026
Dua Korban Jembatan Jebol Diaben Bersamaan
Rabu, 8 Mei 2019,
23:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Sehari setelah jembatan jebol merenggut korban jiwa saat warga Subak Palian melakukan gotong royong di Banjar Puseh, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Tabanan, dua korban subak tewas I Made Budi, 50 tahun dan I Ketut Sudana, 50 tahun dilakukan upacara pengabenan pada Rabu (8/5).
[pilihan-redaksi]
Proses pengabenan dilaksanakan berbarengan sekitar pukul 13.00 Wita di Setra Desa Pakraman Puseh. Terlihat keluarga korban masih menangis mengantar kedua jenazah. Sementara korban selamat I Wayan Dampuk, 61, kondisinya sudah berangsur pulih dan sudah bisa menengok dua rekanya ke rumah duka.
Proses pengabenan dilaksanakan berbarengan sekitar pukul 13.00 Wita di Setra Desa Pakraman Puseh. Terlihat keluarga korban masih menangis mengantar kedua jenazah. Sementara korban selamat I Wayan Dampuk, 61, kondisinya sudah berangsur pulih dan sudah bisa menengok dua rekanya ke rumah duka.
Kelian Dinas Banjar Puseh I Nyoman Suda menerangkan jika kedua korban Ketut Sudana dan Made Budi dilakukan upacara ngaben suasta atau mekinsan di geni.
"Sekarang upacaranya hanya mekinsan di geni, untuk ngeroras (menyucikan) belum dilakukan," katanya.
[pilihan-redaksi2]
Dikatakan mengingat ada dua orang korban di Banjar Puseh untuk diaben, proses pembuatan upakara krama dibagi menjadi dua. Untuk krama tempek kangin (warga bagian timur) membuat upakara di rumah Made Budi, dan krama tempek kauh (warga bagian barat) membuat upakara di rumah Ketut Sudana. "Krama dibagi dalam membuat upakara," ujarya.
Dikatakan mengingat ada dua orang korban di Banjar Puseh untuk diaben, proses pembuatan upakara krama dibagi menjadi dua. Untuk krama tempek kangin (warga bagian timur) membuat upakara di rumah Made Budi, dan krama tempek kauh (warga bagian barat) membuat upakara di rumah Ketut Sudana. "Krama dibagi dalam membuat upakara," ujarya.
Suda menambahkan korban Wayan Dampuk sempat trauma hanya saja saat ini sudah pulih. "Selasa sore masih trauma namun sekarang sudah pulih," akunya.
Sementara pantuan di lokasi kejadian suasana masih terlihat sepi. Tidak ada aktivitas apapun. Namun keluarga dari ketiga korban sudah sempat melakukan upacara nebusin pada Selasa (7/5) sore. (bbn/tab/rob)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Gianyar
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4573 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2376 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2033 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1637 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1077 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026