Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Mantan Perawat Penusuk Ayah Kandungnya Hingga Tewas Dikenal Temperamental
Senin, 3 Juni 2019,
16:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Lombok. Tersangka HN (30), mantan perawat di RSUD Kota Mataram, pelaku pembunuhan terhadap ayah kandungnya sendiri, memang dikenal temperamental.
[pilihan-redaksi]
Di tempat tinggalnya RT03 Lingkungan Karangbaru Selatan Kelurahan Karangbaru, Mataram, tempat kejadian perkara, pelaku diketahui kerap membawa pisau saat berada di kamarnya. Sebelum aksinya melakukan penusukan kepada ayah kandungnya, H Muh Nurahmad, (64) pada Sabtu (1/5) lalu, pelaku juga bersitegang dengan ibunya sendiri. Bahkan saling lempar, dengan bukti sebuah botol pengharum ruangan di TKP.
Di tempat tinggalnya RT03 Lingkungan Karangbaru Selatan Kelurahan Karangbaru, Mataram, tempat kejadian perkara, pelaku diketahui kerap membawa pisau saat berada di kamarnya. Sebelum aksinya melakukan penusukan kepada ayah kandungnya, H Muh Nurahmad, (64) pada Sabtu (1/5) lalu, pelaku juga bersitegang dengan ibunya sendiri. Bahkan saling lempar, dengan bukti sebuah botol pengharum ruangan di TKP.
Bermaksud mengklarifikasi apa yang terjadi, beberapa saat kemudian ayah pelaku membangunkan pelaku. Namun rupa-rupanya pelaku yang sudah siap dengan pisau dapur di tangan, berusaha menahan pintu saat ayahnya menggedor. Korban terhuyung dalam aksi dorong pintu itu, dan menjadi kesempatan pelaku menyerang.

Dengan membabi buta, pelaku yang kini ingin melanjutkan pendidikan S3 di Jakarta itu, menyerang ayah kandungnya. "Ada beberapa luka tusukan di lengan kanan korban, di belakang kepala, dan juga mata. Pelaku menusuk bagian mata saat korban terhuyung menunduk ke depan," jelas Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, saat jumpa pers, Senin (3/5).
Diperlihatkan beberapa barang bukti kemarin pisau dapur yang digunakan pelaku menusuk ayah kandungnya hingga tewas. Kopiah dan baju berlumuran darah, kaleng pengharum ruangan yang dilempar pelaku ke ibu kandungnya, dan beberapa bukti lain. Diperlihatkan juga kepada wartawan kemarin Hilda, pelaku yang kini ditahan di Polres Mataram.
[pilihan-redaksi2]
Saat ditanya para wartawan, penyebab dia membunuh ayah kandungnya, pelaku malah menangis sesenggukan. Pasalnya, pelaku teringat dengan ayahnya dan mengaku menyesal. Informasi di TKP dan beberapa tetangganya, ada kecemburuan pelaku dengan saudaranya yang lain.
Saat ditanya para wartawan, penyebab dia membunuh ayah kandungnya, pelaku malah menangis sesenggukan. Pasalnya, pelaku teringat dengan ayahnya dan mengaku menyesal. Informasi di TKP dan beberapa tetangganya, ada kecemburuan pelaku dengan saudaranya yang lain.
"Pelaku ingin melanjutkan S3nya, tapi ditolak ayahnya karena tidak mampu. Sedangkan kakaknya sudah dokter spesialis saraf," ungkap seorang kerabat pelaku.
Keterangan Kapolres, pelaku sering beralibi saat ditanya polisi bahwa ayahnya lah, yang berusaha menyerang. Korban sering menanyakan kejelasan pekerjaan pelaku. Pun dengan ibunya, sering menanyakan pekerjaan pasti pelaku, pasca berhenti menjadi perawat di RSUD Kota. Atas kasus KDRT ini pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara. (bbn/lom/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2949 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026