Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 11 September 2026
Literasi Keuangan Rendah, Praktek Rentenir Masih Terjadi di Lombok
Selasa, 2 Juli 2019,
10:51 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Lombok. Kepala OJK Provinsi NTB Farid Falatehan mengakui praktek rentenir masih terjadi di beberapa daerah di Lombok karena pemahaman literasi keuangan di tengah-tengah masyarakat masih rendah.
[pilihan-redaksi]
"Ya, masih ada sampai saat ini disini (Lombok) terutama pada warga di kawasan-kawasan pinggiran yang jauh. Atau kurang aksesnya dengan lembaga keuangan," ungkapnya belum lama ini.
"Ya, masih ada sampai saat ini disini (Lombok) terutama pada warga di kawasan-kawasan pinggiran yang jauh. Atau kurang aksesnya dengan lembaga keuangan," ungkapnya belum lama ini.
Menurutnya, praktek rentenir merupakan fenomena yang terjadi di banyak daerah di Indonesia sampai saat ini bukan saja di Lombok saja. Di daerah lain, kata dia, juga ada dengan istilah berbeda-beda mungkin.
"Ada istilahnya, mulai dati bank subuh karena pelaku melakukan praktik penarikan pada pagi hari waktu subuh. Atau bank ucek-ucek, karena dilakukan juga pada pagi hari ketika orang baru bangun yang ditandai dengan mengusap-usap wajah maupun mata," ujarnya.
Meski demikian, OJK akan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir. OJK mendorong mendekatkan lembaga-lembaga keuangan ke wilayah-wilayah atau pedesaan yang belum tersentuh dan terakses lembaga keuangan.
[pilihan-redaksi2]
"Karena belum pernah terakses lembaga keuangan tersebut maka kami (OJK) mendorong dan berusaha meningkatkan literasi keuangan, untuk memotong praktik rentenir atau koperasi abal-abal. Dengan demikian, praktik rentenir setidaknya bisa ditekan," ucapnya.
"Karena belum pernah terakses lembaga keuangan tersebut maka kami (OJK) mendorong dan berusaha meningkatkan literasi keuangan, untuk memotong praktik rentenir atau koperasi abal-abal. Dengan demikian, praktik rentenir setidaknya bisa ditekan," ucapnya.
Sejak ada alternatif pembiayaan dari lembaga keuangan melakukan penetrasi ke wilayah-wilayah pedalaman tersebut, akhirnya secara berangsur-angsur praktik rentenir mulai dilepaskan warga. Falatehan menambahkan, respon tersebut kami rasakan ketika melakukan sosialisasi ke pedesaan mengajak lembaga keuangan. (bbn/aga/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026