Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Gamelan Saron, Gamelan Tua Dengan Laras Pelog Tujuh Nada
Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 Tahun 2019
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar.Gamelan Saron merupakan satu diantara beragam jenis gamelan Bali. Gamelan Saron merupakan gamelan tua yang memakai laras pelog tujuh nada.
[pilihan-redaksi]
“Mungkin bagi sebagian orang hal ini (gamelan Saron-red) baru atau langka. Itu kerena gamelan ini hanya digunakan untuk kegiatan upacara di Klungkung saja,“ tutur pembina tabuh gamelan Saron, Komang Sukarya (50) di sela-sela pementasan gamelan Saron pada Jumat Siang (5/7) di kalangan Angsoka, Taman Budaya, Denpasar.
Menurut Sukarya gamelan ini termasuk golongan tua. Sehingga nanti penyajiannya tidak terlalu menarik.
“Tapi bagi kita sebagai mana orang Bali, bagaimana kita mampu memberikan support kepada provinsi, sebagaimana tujuan dari PKB (Pesta Kesenian Bali ke-41 – red) ini sendiri,ada pengembangan, penggantian, dan juga ada pelestarian,” lanjut pria asal Tangkas, Klungkung ini.
Penampilan Sanggar Sudamala, Desa Tangkas, Klungkung yang membawakan Gamelan Saron ini menampilkan garapan gending-gendingAbuan, Bagus Botoh, Gadung Melati, Gedang Renteng dan Ratna Mangelo.Nada-nada khas musik tradisional mulai mengalun indah memenuhi kalangan Angsoka ini. Kekompakkan para penabuh menjadi kunci utama keberhasilan pementasan ini.
Sukarya menyampaikan bahwa gamelan Saron ini sering dipakai dalam upacara yadnya yang bersifat Yadnya besar di Klungkung.
“Seperti karya Mamungkah, Maligia dan lainnya,” tutur Sukarya.
[pilihan-redaksi2]
Sukarya mengungkapkan gambelan ini berbeda dari gambelan lain. Gamelan Saron tergolong gamelan tua yang memakai laras pelog 7 nada dan mempunyai struktur gending yang sangat sederhana, terdiri dari kawitan dan pengawak serta pola gending-gendingnya berbeda dari yang lain.
Instrumen barungannya terdiri dari dua buah saron yang berbilah bamboo, dua buah gangsar besar dan dua buah gangsa kecil.
“Nah untuk kesulitannya tersendiri, kalau gamelan lain kan menggunakan satu tangan untuk panggul tangan yang lain memegang besi gamelan. Tetapi kalau gamelan Saron ini kedua tangan ikut berpartisipasi. Jadi harus seimbang,” jelas Sukarya.
Aksi tim Sukarya ini, tak hanya penonton lokal yang menonton pementasan gamelan Saron. Beberapa penonton dari wisatawan asing juga ikut menikmati alunan tenang gamelan Saron. [bbn/ananta/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan