Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Gamelan Saron, Gamelan Tua Dengan Laras Pelog Tujuh Nada
Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 Tahun 2019
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar.Gamelan Saron merupakan satu diantara beragam jenis gamelan Bali. Gamelan Saron merupakan gamelan tua yang memakai laras pelog tujuh nada.
[pilihan-redaksi]
“Mungkin bagi sebagian orang hal ini (gamelan Saron-red) baru atau langka. Itu kerena gamelan ini hanya digunakan untuk kegiatan upacara di Klungkung saja,“ tutur pembina tabuh gamelan Saron, Komang Sukarya (50) di sela-sela pementasan gamelan Saron pada Jumat Siang (5/7) di kalangan Angsoka, Taman Budaya, Denpasar.
Menurut Sukarya gamelan ini termasuk golongan tua. Sehingga nanti penyajiannya tidak terlalu menarik.
“Tapi bagi kita sebagai mana orang Bali, bagaimana kita mampu memberikan support kepada provinsi, sebagaimana tujuan dari PKB (Pesta Kesenian Bali ke-41 – red) ini sendiri,ada pengembangan, penggantian, dan juga ada pelestarian,” lanjut pria asal Tangkas, Klungkung ini.
Penampilan Sanggar Sudamala, Desa Tangkas, Klungkung yang membawakan Gamelan Saron ini menampilkan garapan gending-gendingAbuan, Bagus Botoh, Gadung Melati, Gedang Renteng dan Ratna Mangelo.Nada-nada khas musik tradisional mulai mengalun indah memenuhi kalangan Angsoka ini. Kekompakkan para penabuh menjadi kunci utama keberhasilan pementasan ini.
Sukarya menyampaikan bahwa gamelan Saron ini sering dipakai dalam upacara yadnya yang bersifat Yadnya besar di Klungkung.
“Seperti karya Mamungkah, Maligia dan lainnya,” tutur Sukarya.
[pilihan-redaksi2]
Sukarya mengungkapkan gambelan ini berbeda dari gambelan lain. Gamelan Saron tergolong gamelan tua yang memakai laras pelog 7 nada dan mempunyai struktur gending yang sangat sederhana, terdiri dari kawitan dan pengawak serta pola gending-gendingnya berbeda dari yang lain.
Instrumen barungannya terdiri dari dua buah saron yang berbilah bamboo, dua buah gangsar besar dan dua buah gangsa kecil.
“Nah untuk kesulitannya tersendiri, kalau gamelan lain kan menggunakan satu tangan untuk panggul tangan yang lain memegang besi gamelan. Tetapi kalau gamelan Saron ini kedua tangan ikut berpartisipasi. Jadi harus seimbang,” jelas Sukarya.
Aksi tim Sukarya ini, tak hanya penonton lokal yang menonton pementasan gamelan Saron. Beberapa penonton dari wisatawan asing juga ikut menikmati alunan tenang gamelan Saron. [bbn/ananta/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun