Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
FGD Arak Bali (1): Arak Bali Berkualitas Tapi Terkendala Legalitas
Jumat, 19 Juli 2019,
09:28 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Kabid Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Bali, Wayan suamba mengatakan, perkembangan arak Bali selama ini terkendala masalah legalitas karena masuk dalam kategori minuman beralkohol yang tercantum dalam Perpres yang mengatur Daftar Negatif Investasi yakni dalam Perpres 44 tahun 2016.
[pilihan-redaksi]
Hal ini terungkap dalam diskusi Focus Group Discussion (FGD) tentang arak Bali di Gedung Wiswa Sabha, Renon, Kamis (18/7). Lebih lanjut dikatakan, Gubernur sudah berkirim surat ke Menko Perekonomian, supaya arak bali ini dikecualikan dari daftar negatif investasi sehingga para petani arak Bali khususnya di Karangasem ini bisa berusaha, karena 5 kecamatan di karangasem itu memproduksi arak Bali.
Hal ini terungkap dalam diskusi Focus Group Discussion (FGD) tentang arak Bali di Gedung Wiswa Sabha, Renon, Kamis (18/7). Lebih lanjut dikatakan, Gubernur sudah berkirim surat ke Menko Perekonomian, supaya arak bali ini dikecualikan dari daftar negatif investasi sehingga para petani arak Bali khususnya di Karangasem ini bisa berusaha, karena 5 kecamatan di karangasem itu memproduksi arak Bali.
Kondisi ini, menurutnya ironis karena Bali banyak membutuhkan minuman beralkohol, namun sayang sekarang masih banyak minuman alkohol impor. Padahal, kata dia, Bali punya banyak arak Bali. "Kenapa tidak kita yang mensuplai, karena ini juga warisan budaya dan kearifan lokal, kalau kualitas kita cukup bagus tapi masalahnya ada di legalitas," tandasnya.
Pihanya mengharapkan di Kementerian Perekonomian dan Perindustrian agar arak Bali ini bisa dikeluarkan dari daftar negatif investasi dan hal ini sudah dirapatkan di Kementerian Perekonomian. "Kita masih menunggu, kami sudah dua kali rapat di Kementerian Perekonomian dan Perindustrian, nanti Kementerian terkait yang akan membahas apakah akan ada perubahan perpres," pungkasnya. (bbn/timred)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026