Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
5 Tips Berburu "Blue Fire" di Gunung Ijen
Jumat, 9 Agustus 2019,
18:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Api biru atau blue fire yang ada di Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur kerap diburu para wisatawan. Apalagi bagi mereka yang menyukai bidang fotografi pasti tak ingin melewatkan fenomena langka tersebut.
[pilihan-redaksi]
Yap, blue fire memang tak muncul setiap saat karena ada waktu khusus untuk bisa menyaksikannya dengan mata telanjang. Blue fire sejatinya adalah sebuah fenomena gas yang keluar dari gunung belerang dan bercampur oksigen sehingga menampilkan bentuk layaknya lidah api berwarna biru yang sedang menari-nari. Nah, supaya berhasil mendapatkan momen blue fire di Gunung Ijen, berikut tips yang bisa kamu ikuti.
Yap, blue fire memang tak muncul setiap saat karena ada waktu khusus untuk bisa menyaksikannya dengan mata telanjang. Blue fire sejatinya adalah sebuah fenomena gas yang keluar dari gunung belerang dan bercampur oksigen sehingga menampilkan bentuk layaknya lidah api berwarna biru yang sedang menari-nari. Nah, supaya berhasil mendapatkan momen blue fire di Gunung Ijen, berikut tips yang bisa kamu ikuti.
1. Mendaki pada pukul 1 pagi
Jika sudah bertekad untuk berburu blue fire di Gunung Ijen, kini saatnya kamu untuk memesan tiket pesawat ke Banyuwangi. Ya, perjalanan ke Banyuwangi kini bisa ditempuh dengan menggunakan pesawat. Untuk booking tiket pesawatnya, kamu bisa Lihat Disini. Nah, kalau tiket sudah di tangan, segera buat itinerary menuju Gunung Ijen.
Pastikan untuk mendaki Gunung Ijen pada tengah malam. FYI, pendakian Gunung Ijen baru dibuka pada pukul 01.00 WIB. Jadi, kamu bisa memulai pendakian sesaat setelah loket tiket masuk dibuka. Biasanya fenomena blue fire muncul mulai pukul 03.30 WIB dan api mulai mengecil menjelang pukul 05.00 WIB. Pendakian sendiri bisa ditempuh dalam waktu 2 - 3 jam, tergantung kondisi fisik masing-masing pendaki. Jadi, upayakan untuk berangkat sepagi mungkin supaya bisa menyaksikan fenomena blue fire.
2. Datang saat musim kemarau
Datanglah saat musim kemarau sebab api biru tampil lebih malu-malu ketika musim penghujan. Sementara saat musim kemarau, blue fire cenderung lebih besar sehingga dapat disaksikan dengan jelas walau dari kejauhan.
Saat musim kemarau sekitar bulan Juli hingga September adalah waktu terbaik untuk mendaki Gunung Ijen. Selain bisa mendapatkan momen blue fire, jalur pendakian saat musim kemarau juga tidak licin dan lebih aman untuk para pendaki.
3. Persiapkan fisik
Untuk tiba di lokasi munculnya blue fire setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 jam perjalanan. Bagi yang sudah sering trekking dan mendaki gunung pasti mampu menaklukkan Gunung Ijen dalam waktu singkat. Khusus untuk kamu yang belum pernah mendaki, ada baiknya untuk mempersiapkan fisik sebaik mungkin.
Walau ketinggiannya tak seberapa, kamu tak boleh meremehkan jalur pendakian Gunung Ijen. Mendaki Gunung Ijen cukup menguras tenaga sehingga dibutuhkan stamina yang kuat serta persiapan yang matang.
4. Persiapkan peralatan sebaik mungkin
Ketahuilah bahwa momen api biru adalah momen yang spesial. Maka dari itu, persiapkan peralatan sebaik mungkin, termasuk kamera dan perangkat pendukung lainnya. Durasi blue fire juga tidak lama karena hanya berlangsung kurang lebih 1 jam.
[pilihan-redaksi2]
Ketika sudah menempati posisi terbaik untuk mengambil gambar, segeralah abadikan momen blue fire di Gunung Ijen sebelum apinya mulai mengecil. Selain perangkat kamera, persiapkan pula perlengkapan pendakian lainnya, seperti senter, jaket tebal, sarung tangan, dan masker.
Ketika sudah menempati posisi terbaik untuk mengambil gambar, segeralah abadikan momen blue fire di Gunung Ijen sebelum apinya mulai mengecil. Selain perangkat kamera, persiapkan pula perlengkapan pendakian lainnya, seperti senter, jaket tebal, sarung tangan, dan masker.
5. Jangan datang saat musim liburan
Nama Gunung Ijen sudah terkenal hingga ke mancanegara. Tak heran kalau banyak wisatawan lokal maupun asing yang memadati objek wisata Gunung Ijen. Saat hari biasa saja, Gunung Ijen tak pernah sepi, apalagi saat musim liburan.
Oleh sebab itu, jangan datang saat musim liburan karena Gunung Ijen akan dipenuhi dengan lautan manusia. Kesempatan menyaksikan blue fire pun terancam gagal. Jadi, tentukan waktu kunjungan yang tepat supaya pengalaman liburanmu ke Gunung Ijen menjadi lebih menyenangkan.
Jadi, sudah siap berburu momen blue fire di Gunung Ijen?
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2638 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2287 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026