Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Indonesia Posisi Pertama di Asean dengan Registrasi 2.842 Paten
Senin, 26 Agustus 2019,
10:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Menristekdikti Mohamad Nasir mengungkapkan sejauh ini perbaikan profil iptek negara terlihat dari melambungnya produksi publikasi ilmiah Indonesia yang pada 2018 volumenya hanya terpaut sedikit di bawah Malaysia, yang menduduki posisi pertama di ASEAN.
[pilihan-redaksi]
Sebaliknya, dengan mengumpulkan akumulasi registrasi 2.842 paten, posisi Indonesia di tahun 2018 berada di peringkat pertama ASEAN. Nilai registrasi tersebut cukup jauh di atas capaian Singapura (1.609 paten) dan Malaysia (1.248 paten).
Sebaliknya, dengan mengumpulkan akumulasi registrasi 2.842 paten, posisi Indonesia di tahun 2018 berada di peringkat pertama ASEAN. Nilai registrasi tersebut cukup jauh di atas capaian Singapura (1.609 paten) dan Malaysia (1.248 paten).
Perkembangan akumulasi registrasi paten ini menggembirakan karena mengindikasikan perbaikan persepsi komunitas iptek terhadap kondusivitas iklim inovasi di Indonesia. Hal ini diungkapkannya saat meresmikan rangkaian 20 kegiatan ilmiah yang merupakan bagian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 tahun 2019 pada, Senin (26/8), bertempat di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur.
Selain melibatkan partisipasi kalangan perguruan tinggi, lemlitbang berbagai sektor, dan unsur-unsur pemerintah, acara pembukaan ini akan dihadiri oleh kelompok industri badan usaha milik negara (BUMN) dan swasta. Kegiatan Ilmiah ini bertujuan membangun jejaring sesama peneliti, perekayasa, dosen dan komunitas iptek dan inovasi lainnya, sebagai upaya penyebarluasan informasi terkait kebijakan, program prioritas, progres dan capaian pembangunan iptek dan inovasi anak bangsa.
Di era Industri 4.0, komitmen masyarakat Indonesia terhadap inovasi iptek kini kian menguat. Meningginya motivasi keiptekan ini tercermin dari meningkatnya posisi Indonesia pada “World Competitiveness Ranking” 2019 atau “Peringkat Daya Kompetisi di Dunia 2019” yang dikeluarkan oleh International Institute for Management Development (IMD) pada 28 Mei 2019 lalu.
Di situ, dari 63 negara yang dinilai, Indonesia berhasil melompat sejauh 11 peringkat dibanding tahun sebelumnya. Koreksi positif ini ditopang oleh berbagai perbaikan oleh pemerintah, termasuk perbaikan infrastruktur penelitian dan pendidikan.
Kemenristekdikti sendiri mendorong agar hasil riset memiliki hilir di industri melalui berbagai program yang dapat diakses perguruan tinggi, lemlitbang, dan industri – termasuk kalangan masyarakat yang eraspirasi menjadi penguasa. Program-program tersebut diantaranya adalah pengembangan Science Techno Park (STP); program peningkatan SDM “RISET-Pro”; Pusat Unggulan Iptek (PUI); Insentif Sentra Hak Kekayaan Intelektual; program insentif riset Sinas; Program Inovasi Litbang di Industri; Program Pengembangan Teknologi Industri; Program insentif diseminasi produk teknologi ke masyarakat; Program insentif Inkubasi Bisnis Teknologi; Program inovasi perguruan tinggi di industri; Program perusahaan pemula berbasis teknologi; Program calon perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT), serta program perusahaan lanjutan berbasis teknologi, yang merupakan lanjutan dari PPBT yang sudah ada.
[pilihan-redaksi2]
Selaras dengan keragaman program hilirisasi hasil riset di Kemenristekdikti, rangkaian 19 kegiatan ilmiah memiliki topik dan kontribusi penyelenggaraan beragam. Dari kelompok tingkat pemerintah daerah, kalangan mahasiswa dan perguruan tinggi, lembaga riset nasional, hingga Dewan Riset Nasional, hingga level bi-regional ASEAN-Amerika Serikat, seluruhnya turut berkontribusi sebagai penyelenggara rangkaian kegiatan ilmiah Haktenas ke-24 di Bali.
Selaras dengan keragaman program hilirisasi hasil riset di Kemenristekdikti, rangkaian 19 kegiatan ilmiah memiliki topik dan kontribusi penyelenggaraan beragam. Dari kelompok tingkat pemerintah daerah, kalangan mahasiswa dan perguruan tinggi, lembaga riset nasional, hingga Dewan Riset Nasional, hingga level bi-regional ASEAN-Amerika Serikat, seluruhnya turut berkontribusi sebagai penyelenggara rangkaian kegiatan ilmiah Haktenas ke-24 di Bali.
Selain memimpin acara Pembukaan Kegiatan Ilmiah Perayaan Hakteknas ke-24 2019, Menristekdikti juga akan meluncurkan “e–Office”. Menteri Pertahanan RI turut memberikan sambutan kunci berjudul “Inovasi Industri Pertahanan dalam rangka Memperkuat Bela Negara”. Selain itu, anggota DPR juga menyampaikan sambutan dengan judul “Peran DPR dalam Percepatan Riset dan Inovasi Nasional”. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026