Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 19 September 2026
Putri Koster Sosialisasikan Penyedap Makanan Alami
Jumat, 30 Agustus 2019,
19:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Penggerak PKK terus berupaya mengembalikan gaya hidup sehat bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang saat ini sudah mulai meninggalkan makanan tradisional.
[pilihan-redaksi]
Saat ini makanan semakin banyak variasinya, memberi pilihan yang mudah bagi siapa saja, namun tidak menjamin bermanfaat untuk kesehatan warga. Sehingga perlu dilakukan penataan kantong-kantong atau tempat tersedianya makanan bergizi bagi publik.
Saat ini makanan semakin banyak variasinya, memberi pilihan yang mudah bagi siapa saja, namun tidak menjamin bermanfaat untuk kesehatan warga. Sehingga perlu dilakukan penataan kantong-kantong atau tempat tersedianya makanan bergizi bagi publik.
Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster saat memberikan arahan pada acara 'Pencanangan Gerakan Diversifikasi Pangan Lomba Cipta Menu/Festival Pangan Lokal B2SA, yang berlangsung di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Jumat (30/8).
Menurut Ny Putri Koster, untuk mengembalikan nafsu makan anak-anak, orangtua khususnya seorang ibu harus mampu mengolah makanan sehat namun tanpa menggunakan penyedap makanan. Ini dikarenakan secara alamiah masyarakat Bali di zaman terdahulu sudah memiliki penyedap alami, yakni berupa daun seledri dan buah limau.
Permasalahan gizi selalu menjadi hal urgen yang harus disikapi dengan seksama oleh pemerintah, dalam upaya mensejahterakan masyarakat sekaligus meningkatkan derajat kesehatan warganya. Bukan hanya kekurangan gizi, kelebihan gizi pun tetap menjadi prioritas yang harus diperhatikan.
"Sedangkan pangan merupakan kebutuhan yang paling mendasar atau esensial dan sangat menentukan kualitas taraf hidup suatu bangsa," ujar Ny Putri Koster.
[pilihan-redaksi2]
Ketua TP PKK Provinsi Bali meminta kepada anggota tim penggerak PKK kabupaten bersinergi dengan instansi terkait, khususnya dinas pendidikan untuk memantau dan masuk ke kantong-kantong penyedia makanan di kantin, guna mensosialisasikan cara masak dan menyediakan makanan sehat, serta agar makanan tak sehat hendaknya tidak disediakan di kantin.
Ketua TP PKK Provinsi Bali meminta kepada anggota tim penggerak PKK kabupaten bersinergi dengan instansi terkait, khususnya dinas pendidikan untuk memantau dan masuk ke kantong-kantong penyedia makanan di kantin, guna mensosialisasikan cara masak dan menyediakan makanan sehat, serta agar makanan tak sehat hendaknya tidak disediakan di kantin.
"Untuk meminimalisir anak-anak senang ke warung untuk berbelanja, maka ibu di rumah harus pintar memasak sesuai lidah si anak, sehingga mereka tidak punya alasan untuk jajan di luar," ujar Ny Putri Koster di sela-sela arahannya.
Pencanangan gerakan diversifikasi pangan B2SA juga diisi dengan pemberian makanan sehat oleh Ny Putri Suastini Koster dan Ny Tjok Istri Putri Hariyani Sukawati kepada anak didik sekolah dasar, penanaman cabai kawasan rumah pangan lestari, serta memberikan penilaian untuk lomba cipta menu pangan.(bbn/humasbali/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 6723 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5612 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3516 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2372 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026