Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Dampak Lingkungan Dalam Industri Pariwisata Belum Diantisipasi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dampak lingkungan berupa kerusakan lingkungan akibat industri pariwisata selama ini belum diantisipasi. Apalagi industri pariwisata maSsal telah menimbulkan berbagai masalah lingkungan.
"Kita tahu wisatawan tidak di edukasi untuk memelihara ekosistem. Ada masalah dengan paradigma jumlah wisatawan," kata Staf Khusus Presiden RI Dr. Anak Agung Ngurah Gede Dwipayana dalam talk show berjudul " Politik dan Kebijakan Pariwisata Bali dan Nasional Lima Tahun Kedepan" di Denpasar pada Senin (16/9) Sore.
Menurut pria asal Ubud tersebut, ada masalah dengan pariwisata massal yang mengandalkan target jumlah wisatawan. Dimana dengan jumlah wisatawan yang besar sering kali mengabaikan kawasan konservasi. Dwipayana mengungkapkan sudah saatnya menggunakan cara baru dalam melihat keberhasilan pariwisata.
"Bukan jumlah wisatawan, tapi jumlah devisa yang dibawa wisatawan dan multiplayer efek bagi masyarakat," jelas Dwipayana. Dwipayana juga menyampaikan kebijakan bebas visa untuk beberapa negara juga sudah saatnya dievaluasi. Jangan sampai negara yang diberikan bebas visa wisatawan sering menimbulkan masalah, padahal wisatawan yang datang diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2024 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun