Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Hasil Rekaman CCTV, Bule Diduga Curi 9 Penyu di Tempat Konservasi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Konservasi Penyu Sindu Dwarawati yang terletak di Jalan Pantai Sindu Sanur Denpasar, pada Senin (21/10) pukul 03.00 WITA dihebohkan aksi pencurian hilangnya 9 ekor penyu dewasa dan 15 ekor tukik. Hasil rekaman CCTV di tempat tersebut, terlihat pelakunya seorang pria warga negara asing.
[pilihan-redaksi]
Menurut pengurus sekaligus Wakil Ketua konservasi, I Made Winarta (43), dari rekaman CCTV, terlihat pelaku melompat pagar setinggi 1,5 meter. Sempat berjalan-jalan mengitari lokasi konservasi, bule tersebut membawa kabur 14 ekor penyu yang kerugiannya mencapai Rp.15 juta.
Winarta menjelaskan, saat kejadian ia sedang patroli pantai mencari jejak penyu bertelur. Setelah itu, ia masuk ke lokasi konservasi pada pukul 05.00 WITA. Namun Wimarta kaget melihat banyak penyu sudah hilang. Padahal semua pintu di lokasi konservasi dalam keadaan terkunci rapat.
"Jadi semua penyu tidak ada di kolam, ada tiga jenis," ungkapnya.
Adapun penyu yang hilang yakni, 9 ekor dewasa dan 15 ekor tukik usia 3 bulanan.
“Sisa penyu sekarang ini ada 6 ekor ukuran besar usia kurang lebih empat atau lima tahun. Dan ada lagi umur satu tahun satu ekor, yang umur delapan bulan lagi empat ekor. Sisanya sudah dicuri. Tukinya rata-rata kurang lebih ada 100 sampai 150 ekor,” tuturnya.
Winarta membenarkan tempat konservasi memang tidak ada penjaga. Buka pagi mulai pukul 08.00 WITA dan tutup pukul 22.00 WITA. Untuk kasus pencurian ini pihaknya sudah melaporkan ke Polsek Denpasar Selatan.
"Dilihat dari rekaman CCTV kami kesulitan mengidentifikasi pelaku, apakah pernah datang kesini atau tidak. Karena lokasi konservasi banyak turis keluar masuk untuk menyaksikan penyu-penyu tersebut," terangnya.
Sementara menurut Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol I Nyoman Wirajaya, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.
"Kami sudah membentuk tim khusus untuk mengumpulkan bukti-bukti dilapangan. Lokasi itu sangat sepi sekali dan minim saksi-saksi," ujarnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun