Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Mabuk Miras, Dua Kakak Adik Asal NTT Tebas Temannya dengan Parang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pesta minuman keras (miras) yang berlangsung di mes gudang besi di Jalan Muding nomor 24 Kerobokan, Gatot Subroto Barat, Kuta Utara, Badung, Jumat (1/11) malam, berubah ricuh. Dua kakak adik yang dalam kondisi mabuk mengamuk dan menebas teman kerjanya sendiri.
Dua kakak beradik itu yakni Senik Simri Octavianus (23) dan Semi Adibuwo Octavianus (25). Keduanya ditangkap Polisi karena melakukan penebasan terhadap Abdi Ariji (24), Devi Ahmad (20) dan Salim (20).
Menurut Kasat Reskrim Polres Badung AKP Laorens M. Heselo, Sabtu (2/11), kedua tersangka bekerja di gudang besi bersama dengan tiga korbannya.
"Jadi, pelaku dengan korban sama-sama pekerja di gudang besi dan tinggal bareng di TKP (tempat kejadian perkara)," ujar AKP Laorens.
Insiden penebasan terjadi sekitar pukul 23.00 wita setelah dua tersangka dan korban Devi Ahmah dan Salim pesta miras di lantai dua. Namun tak lama minum timbul salah paham hingga berakhir dengan keributan.
"Mendengar ribut-ribut, Abdi Ariji yang sedang beristirahat bersama istrinya di bawah langsung naik bermaksud ingin melerai," ungkapnya.
Kedua pelaku yang sudah dalam kondisi mabuk mengamuk secara membabi buta sambil membawa parang. Akibatnya, ketiga korban mengalami luka-luka.
"Abdi Ariji mengalami luka robek di kepala dan tak sadarkan diri. Ketiga korban dirawat di RSUD Mangusada," beber perwira asal Papua ini.
Setelah menerima laporan masyarakat, Tim Opsnal Reskrim Polres Badung bergerak ke TKP dan kedua pelaku asal Rote, NTT itu ditangkap. Barang bukti yang diamankan sebuah parang dan palu.
"Motif penganiayaan karena salah paham dipicu minuman keras,"tandas Laorens.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun