Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Sekoci Milik Bule Australia yang Hilang Ditemukan Nelayan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sempat hilang dalam beberapa hari, sekoci milik bule Australia, Toby Alan Wharton, sudah ditemukan nelayan dan diserahkan ke Direktorat Polairud Polda Bali.
[pilihan-redaksi]
Selanjutnya, sekoci itu diserahkan kepada korbannya di Mako Subdit Patroli Airud Pelabuhan Benoa, Senin (04/11) oleh Kasubdit Penegakkan Hukum (Gakkum) AKBP Swittanto Prasetyo, S.I.K.
“Dengan penemuan sekoci ini, kami berterima kasih kepada masyarakat nelayan yang telah menemukan sekoci tersebut. Pemilik sekoci juga mengecek kelengkapan sekoci dalam keadaan lengkap," terang AKBP Swittanto Prasetyo.
AKBP Prasetyo mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui atau menemukan kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi di tengah masyarakat." Kami adalah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Apabila ada masyarakat yang melapor pasti kami respon dengan cepat," pungkasnya.
Sebelumnya, Toby Alan Wharton asal Australia mendatangi Kantor Direktorat Pol Air Polda Bali dan melaporkan kehilangan sebuah sekoci Blue Fin Scallywag 3M senilai Rp 50 juta. Menurutnya, sekoci sepanjang tiga meter hilang saat diikat di kapal Yatch-nya yang tengah lego jangkar di pantai Mertasari Sanur, Denpasar Selatan.
Menurut korban, sekoci miliknya itu lego jangkar di perairan Mertasari Sanur, Selasa (29/10) pukul 23.00 wita lalu, dengan posisi 115.246.740 BT – 08.718.082 LS. Namun pada Sabtu (2/11) korban ke lokasi kejadian, sekoci itu sudah tidak ada.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan