Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Hoaks Tsunami Membuat Warga di Buleleng Panik

Kamis, 14 November 2019, 21:25 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/repro video

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Gempa bumi berkekuatan 5,1 magnitudo menggoyang wilayah Bali hari Kamis petang. Meski tidak berpotensi tsunami, namun warga di wilayah Seririt Buleleng sempat panik karena muncul informasi air laut surut sebagai pertanda awal akan muncul tsunami.

Rekaman video amatir beredar di media sosial pasca gempa menggoyang wilayah Bali hari Kamis petang. Dalam rekaman video amatir yang viral di media sosial ini, seorang warga mengenakan udeng (ikat kepala) putih melaporkan sedang dalam perjalanan menuju dataran tinggi di wilayah Seririt untuk menghindari kemungkinan munculnya tsunami atau gelombang tinggi.

Entah darimana sumber awalnya, informasi terkait air laut surut sebagai ciri-ciri awal akan terjadi tsunami ini beredar luas di masyarakat lewat media sosial. Warga lain di wilayah Seririt Buleleng dan sekitarnya ikut panik dan beramai ramai pergi ke dataran yang lebih tinggi untuk menghidari tsunami.

Untuk menjawab isu tsunami yang beredar di masyarakat, pihak kepolisian Polsek Seririt Buleleng melakukan pemantauan langsung di pinggir Pantai Pengastulan wilayah Seririt Buleleng. Hasilnya tidak ditemukan fakta adanya air laut surut sebagai ciri awal tsunami, seperti yang ramai beredar di media sosial.

"Kami meminta warga untuk tenang, tidak termakan informasi bohong atau hoaks, dan kembali ke rumah masing-masing, sembahyang memohon keselamatan. Saya tegaskan tidak ada air laut surut dan tsunami seperti ramai diinfokan di medis sosial, itu hoaks (informasi bohong),"tegas Kapolsek Seririt, Kompol I Made Uder usai melakukan pemantauan.

Penjelasan yang sama juga datang dari pihak BPBD Bali. Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Made Rentin menegaskan tidak benar air laut surut dan tidak benar sirine tsunami berbunyi di wilayah Buleleng. Masyarakat diminta tetap tenang dan jangan panik.

Gempa bumi berkekuatan 5,1 magnitudo terjadi 14 November 2019 pukul 17.21 waktu setempat. Pusat gempa berlokasi di laut, 21 kilometer arah barat kota Buleleng pada kedalaman 10 kilometer.
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami