Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
Cegah Pengaruh Radikal Kiri, Kodim Jembrana Gelar Sosialisasi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pengaruh paham Komunis di kalangan Prajurit dan keluarga, Staf Teritorial Kodim 1617/Jembrana selenggarakan sosialisasikan Balatkom pada Selasa (19/11/2019) di Aula Kodim 1617/Jembrana.
[pilihan-redaksi]
Sesuai Tap MPRS XXV/1966 tentang larangan penyebar luasan ajaran Marxisme, Leninisme/Komunisme di Indonesia dan UU no. 27/1999 tentang perubahan kitab UU Hukum, Pidana yang berkaitan dengan kejahatan Negara. Sesuai produk hukum diatas seluruh bentuk kegiatan yang berhaluan Komunis dan Underbownya di Indonesia dilarang.
Prajurit TNI -AD terus diberikan sosialisasi Tentang bahaya laten Komunis agar paham komunis dan sejenisnya tidak menyusup ke dalam satuan TNI-DA. Staf Teritorial Kodim 1617/Jembrana sesuai program Komando atas menyelenggarakan sosialisasi bahaya laten Komunis kepada anggota Kodim 1617/Jembrana dan KBT yang dibuka oleh Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Djefri Marsono Hanok yang diikuti Perwira staf Kodim dan Danramil Jajaran Kodim 1617/Jembrana serta seluruh anggota Militer/ASN dan KBT.
Dandim mengatakan, tujuan dilaksanakan sosialisasi Balatkom untuk meningkatkan Kewaspadaan yang tinggi dikalangan Prajurit, sehingga tidak terhasut dan terpancing oleh tipu daya, propaganda yang dilakukan oleh Komunis.
"Mencegah dan membendung bangkitnya kembali komunis di Indonesia melalui kegiatan Binter," tegas Dandim.
Sebagai penceramah Kapten Chb Drs. Karyanto Tunggu mengatakan bahwa kebangkitan komunis di Indonesia nyata dengan strategi baik secara terang-terangan maupun secara gerakan bawah tanah. Dengan menyebarkan agitasi, propaganda, fitnah, kekerasan, adu domba dan menghalalkan segala cara. Di era reformasi bangkitnya Komunis dengan baju Komunis Gaya Baru.
Disamping itu Pasipers Dim Kapten Inf Zainul juga menerangkan masalah Sikap kita sebagai anggota TNI-AD bahwa idiologi komunis tetap dilarang hidup kembali di Indonesia. Tap MPRS XXV/1966 harus tetap dipertahankan Komunis adalah musuh seluruh bangsa Indonesia karana terbukti dua kali melakukan penghianatan terhadap bangsa Indonesia. Komunis sewaktu dapat mengancam bangsa Indonesia karana komunis dalam perjuangannya tidak mengenal menyerah.
"Prajurit TNI-AD tentu kita mengambil langkah-langkah dengan meningkatakan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tingkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila, tingkatkan wawasan kebangsaan, tingkatkan KTR, tingkatkan Kesadaran masyarakat. Tingkatkan kewaspadaan laporkan setiap perkembangan kepada pimpinan," terangnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1064 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 848 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 672 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 623 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik