Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Dua Pelinggih Terbakar di Desa Nyitdah Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sebuah merajan milik Gede Putu Sudarma Yasa, 50, terbakar di Banjar Sengguan, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan pada Sabtu (28/12). Akibatnya dua pelinggih terbakar di bagian atap yang terbuat dari ijuk.
Kebakaran terjadi Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 WITA. Saat itu saksi Gede Ketut Astawa membakar sampah di sebelah timur lokasi atau berjarak sekitar 6 meter.
Beberapa saat kemudian dilihat ada asap di pelinggih Siwa, dan seketika api membesar. Kemudian saksi Gede Ketut Astawa minta pertolongan kepada warga sekitar dan menghubungi Pemadam kebakaran.
Berselang beberapa menit datang 3 unit pemadam kebakaran untuk membantu warga memadamkan api yang sudah melalap dua pelinggih yakni pelinggih siwa dan kemulan.
Kapolsek Kediri Kompol Marzel Doni Siahaya mengatakan kebakaran terjadi Sabtu pagi. Peristiwa diduga karena abu dari kebakaran sampah hinggap ke atap dua pelinggih Siwa dan pelinggih kemulan.
"Bagian atap terbakar tak sampai seluruhnya," jelasnya.
Dikatakan sebelum datang pemadam kebakaran warga sudah membantu memadamkan api dengan cara manual. Namun setelah itu dibantu oleh pemadam.
"Kerugian ditaksir sekitar Rp 100 juta," tandasnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2486 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1941 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun