Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Elvindo Minta Maaf Soal Veda Jadi Nama Motor
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) melakukan pertemuan dengan pimpinan dari Elvindo di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara (16/01/2020).
[pilihan-redaksi]
Bersama Forum Alumni KMHDI dan Anggota DPR RI, PP KMHDI melakukan pertemuan langsung terkait tindak lanjut dari layangan protes yang dilakukan KMHDI kepada Elvindo yang membuat kegaduhan masyarakat Hindu di media sosial karena penggunaan nama Veda pada produk Motor Listrik mereka.
Ketua Presidium PP KMHDI I Kadek Andre Nuaba mengatakan bahwa hal ini dilakukan sebagai bentuk fungsi controlling system KMHDI dalam bidang Agama sekaligus memberi Edukasi untuk lebih berhati-hati dalam mengutip suatu hal agar tidak memunculkan permasalahan yang berujung konflik.
“Kami (KMHDI) berpandangan ini sebagai bentuk fungsi controlling system KMHDI dalam bidang Dharma Agama, paling tidak permasalahan ini bisa memberi Edukasi bagi masyarakat ke depanya untuk lebih berhati-hati dalam mengutip sesuatu hal agar tidak memunculkan konflik,” tutur Andre Nuaba.
Presiden Direktur Elvindo Hengky Wijaya mengatakan Pihak Elvindo menyambut baik pertemuan ini, mereka sangat berterimakasih kepada KMHDI karena sudah mengingatkan sejak dini sebelum produk mereka di Launching sehingga dapat di perbaiki dan tidak menimbulkan kerugian besar.
"Kami sangat mendengar masukan masyarakat, dari sini kita belajar juga untuk lebih berhati-hati dan harus ada tim ahli agar tidak ada kesalahan lagi," ujar Hengki.
Elvindo menyampaikan permohonan maaf atas ketidaktahuannya tersebut yang mengira Veda dan Weda itu berbeda. Karena tujuan awal penggunaan nama tersebut ingin mengangkat budaya Indonesia dan mempopulerkan kembali tokoh-tokoh pewayangan yang ada.
Pada pertemaun yang berlangsung satu jam tersebut, pihak Elvindo juga menyampaikan langsung bahwa tidak akan menggunakan kata Veda lagi dalam produk komersial mereka. Menanggapi hal itu, KMHDI menerima pengakuan salah dari pihak Elvindo karena keterbatasan pengetahuan yang hanya diperolehnya melalui Internet. Menurutnya musyawarah adalah jalan terbaik dalam menyelesaikan sebuah permasalahan yang ada.
“Kami sudah menerima pengakuan salah atau keliru dari pihak Elvindo, karena sejatinya musyawarahlah jalan terbaik dalam menyelesaikan masalah,” tutup Andre Nuaba.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2024 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun