Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Elvindo Minta Maaf Soal Veda Jadi Nama Motor
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) melakukan pertemuan dengan pimpinan dari Elvindo di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara (16/01/2020).
[pilihan-redaksi]
Bersama Forum Alumni KMHDI dan Anggota DPR RI, PP KMHDI melakukan pertemuan langsung terkait tindak lanjut dari layangan protes yang dilakukan KMHDI kepada Elvindo yang membuat kegaduhan masyarakat Hindu di media sosial karena penggunaan nama Veda pada produk Motor Listrik mereka.
Ketua Presidium PP KMHDI I Kadek Andre Nuaba mengatakan bahwa hal ini dilakukan sebagai bentuk fungsi controlling system KMHDI dalam bidang Agama sekaligus memberi Edukasi untuk lebih berhati-hati dalam mengutip suatu hal agar tidak memunculkan permasalahan yang berujung konflik.
“Kami (KMHDI) berpandangan ini sebagai bentuk fungsi controlling system KMHDI dalam bidang Dharma Agama, paling tidak permasalahan ini bisa memberi Edukasi bagi masyarakat ke depanya untuk lebih berhati-hati dalam mengutip sesuatu hal agar tidak memunculkan konflik,” tutur Andre Nuaba.
Presiden Direktur Elvindo Hengky Wijaya mengatakan Pihak Elvindo menyambut baik pertemuan ini, mereka sangat berterimakasih kepada KMHDI karena sudah mengingatkan sejak dini sebelum produk mereka di Launching sehingga dapat di perbaiki dan tidak menimbulkan kerugian besar.
"Kami sangat mendengar masukan masyarakat, dari sini kita belajar juga untuk lebih berhati-hati dan harus ada tim ahli agar tidak ada kesalahan lagi," ujar Hengki.
Elvindo menyampaikan permohonan maaf atas ketidaktahuannya tersebut yang mengira Veda dan Weda itu berbeda. Karena tujuan awal penggunaan nama tersebut ingin mengangkat budaya Indonesia dan mempopulerkan kembali tokoh-tokoh pewayangan yang ada.
Pada pertemaun yang berlangsung satu jam tersebut, pihak Elvindo juga menyampaikan langsung bahwa tidak akan menggunakan kata Veda lagi dalam produk komersial mereka. Menanggapi hal itu, KMHDI menerima pengakuan salah dari pihak Elvindo karena keterbatasan pengetahuan yang hanya diperolehnya melalui Internet. Menurutnya musyawarah adalah jalan terbaik dalam menyelesaikan sebuah permasalahan yang ada.
“Kami sudah menerima pengakuan salah atau keliru dari pihak Elvindo, karena sejatinya musyawarahlah jalan terbaik dalam menyelesaikan masalah,” tutup Andre Nuaba.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2284 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan