Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Gelar Raja AWK Luapan Ego yang Berlebihan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Masyarakat Bali sangat dekat dengan Puri sebelum pemerintahan di Indonesia menjadi Republik. Peninggalan Puri masih bisa dilihat sampai saat ini di berbagai tempat di Bali.
[pilihan-redaksi]
Tentu keturunannya jelas sebagai generasi penerus yang memiliki peran sentral dalam adat dan budaya Bali yang masih dihormati walaupun tidak memiliki jabatan di jajaran pemerintahan.
Untuk kalangan masyarakat biasa gelar Raja adalah berlebihan yg merupakan luapan ego dalam diri yang mau dihormati dan dianggap besar dalam segala hal. Yaa.. semua orang memiliki ego namun kalau berlebihan tentu kurang baik.
Saudara kita AWK sebenarnya cukup lumayan berperan menyuarakan berbagai masalah di Bali, tanpa embel-embel raja beliau sebenarnya cukup berkarisma dan memiliki kekuatan sebagai kesatria.
Saya berharap AWK meminta maaf atas kekeliruannya dan kembali menjadi kesatria yg nindihin Bali tanpa harus bergelar Raja Majapahit Bali. Karena akan ada catatan pembelokan sejarah dan anak cucu kita semakin bingung di masa depan.
Turunkan Ego namun tetap berkualitas.
Untuk beliau-beliau yang protes dan tidak terima dengan gelar Raja AWK mari rangkul dan berikan nasehat agar mau menurunkan egonya dan kembali berperan sebagai salah satu kesatria yang nindihin Bali.
Semoga pikiran baik datang dari segala penjuru. Damai memberikan kesejukan untuk mewujudkan Bali yang ajeg, "gemah ripah lohjinawi".
Penulis: Kadek Adnyana
Ketua Komunitas Gema Perdamaian
Reporter: bbn/opn
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli