Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
Kasus Penganiayaan, Pengacara Sebut Jaksa Terlalu Bernafsu Buat Dakwaan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pengacara kasus yang mendudukkan Prana Yoga Yudara (19) sebagai terdakwa terkait tindak penganiayaan ringan, menolak secara tegas isi dakwaan yang dibuat pihak Jaksa dari Kejaksaan Negeri Denpasar.
Itu disampaikan pihak tim penasehat hukum terdakwa dalam nota pembacaan eksepsi (keberatan) di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (3/1) di ruang sidang Candra.
Eksepsi sebanyak 13 lembar itu, pada intinya selain menyatakan keberatan juga meminta majelis hakim membatalkan dakwaan demi hukum.
"Memohon memulihkan harkat martabat dan nama baik dari Prana Yoga Yudara," tegas pengacara terdakwa, I Nyoman Yudara,S.H dalam sidang.
Pihaknya menilai bahwa kasus ini adalah perkelahian biasa satu lawan satu, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 184 KUHP. Tidaklah tepat masuk ke Pasal 351 ayat (1) KUHP.
"Bahwa jaksa mendakwa terdakwa dengan pasal yang menurut pertimbangan kami selaku penasehat hukum terlalu bernafsu untuk menahan dan mempidanakan terdakwa tanpa melihat fakta kejadian serta alasan terjdinya peristiwa hukum sebenarnya," ungkapnya dalam Eksepsi.
Menariknya, di luar dari isi dakwaan justru dituangkan dalam eksepsi bahwa sebelumnya ada upaya kesepakatan damai. Namun dari pihak pelapor justru disebutkan meminta uang sebesar Rp.200 juta yang dikatakan disertai adanya ancaman.
Menanggapi hal itu, Jaksa Peggy E Bawengan,SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) diberikan kesempatan untuk menjawab secara tertulis oleh Ketua Majelis Hakim I Wayan Kimiarsa,SH.MH pada sidang pekan depan.
Sebagaimana tertuang dalam dakwaan disebutkan kejadian berawal saat terdakwa bersama kekasihnya, saksi Ni Putu Rias PA jalan di areal Joging Trek, desa wisata Kertalangu, Jalan Bypass Ngurah Rai, Dentim pada 17 Juni 2019 pukul 17.00 Wita.
Dalam perjalanan berpapasan dengan saksi korban I Wayan Dirga Adigraha. Selanjutnya korban dan terdakwa saling pandang. Selanjutnya terdakwa mendekati korban sambil berucap "Ape ci," yang diartikan "Apa Kamu,".
Selanjutnya keduanya saling dorong dan terdakwa memiting leher korban.
"Saat terdakwa merangkul korban, lalu memukul dengan tangan kanan mengenai pelipis alis sebalah kanan korban," sebut Jaksa dari Kejari Denpasar.
Setelah keduanya dilerai, korban berlari ke toilet untuk membersihkan luka. Korban yang tidak terima, menghuhungi ibunya dan lanjut melapor ke Polsek Denpasar Timur.
Bahwa akibat kejdian itu, berdasarkan hasil Visum di RS Bhayanhkara Et Reeprtum No.VER/32/VI/2019 adanya luka terbuka pada bagian pelipis alis sebelah kiri korban.
Untuk diketahui dalam sidang kali ini, pihak pendukung terdakwa ramai mengerahkan massa di luar sidang dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan ditujukan kepada hukum di Pengadilan Negeri Dempasar.
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8314 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5744 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3591 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2430 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar