Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Cegah Banjir, Denpasar Normalisasi 40 Titik Sungai dan Drainase

Sabtu, 7 November 2026, 16:34 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemkot Denpasar/Cegah Banjir, Denpasar Normalisasi 40 Titik Sungai dan Drainase.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menggencarkan normalisasi sungai dan drainase di 40 titik untuk mengantisipasi potensi genangan dan banjir menjelang musim penghujan. Pengerjaan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar tersebut ditargetkan tuntas pada awal Desember 2026.

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran normalisasi adalah Tukad Rangda di Kelurahan Panjer. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, meninjau langsung pengerjaan tersebut pada Sabtu (7/11/2026).

Dalam peninjauan itu, Jaya Negara didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Made Oka Cahyadi Wiguna, Anggota DPRD Kota Denpasar I Nyoman Darsa, serta Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa.

Jaya Negara mengatakan normalisasi sungai dan drainase menjadi langkah penting untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko genangan ketika curah hujan meningkat.

"Normalisasi sungai-sungai di wilayah Kota Denpasar ini dilaksanakan pada titik-titik sedimentasi dengan harapan dapat memperlencar arus air guna mencegah banjir menjelang musim penghujan," ujar Jaya Negara.

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 40 titik sedimentasi sungai dan drainase yang sedang ditangani Dinas PUPR Kota Denpasar.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pengerjaan meliputi Tukad Badung, Tukad Teba, Tukad Punggawa, Tukad Loloan, Tukad Mati, Tukad Rangda, Tukad Ngenjung, dan Tukad Ayung.

Khusus penanganan Tukad Mati, Pemkot Denpasar sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).

Jaya Negara berharap normalisasi tersebut dapat meningkatkan kemampuan sungai dalam menampung dan mengalirkan air saat curah hujan tinggi. Ia juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Kami berharap melalui normalisasi ini sungai-sungai di Kota Denpasar dapat optimal menampung air saat curah hujan meningkat, dan kami juga mengimbau maayarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa, menjelaskan pekerjaan normalisasi sungai dan drainase telah dimulai sejak awal tahun. Pelaksanaannya kemudian diperluas melalui tambahan anggaran pada Perubahan APBD Kota Denpasar.

Dari sekitar 40 titik yang sedang dikerjakan, Pemkot Denpasar menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada awal Desember 2026. Namun, sejumlah usulan tambahan dari masyarakat juga akan ditangani secara bertahap berdasarkan tingkat urgensinya.

"Sebanyak 40 titik kita sedang kerjakan dengan target tuntas awal Desember ini, namun banyaknya usulan masyarakat juga akan kami kerjakan sesuai dengan urgensinya secara bertahap dengan pengerukan sedimen hingga mencapai lapisan tanah keras di dasar sungai," ujarnya.

Cipta Sudewa menegaskan normalisasi sungai merupakan salah satu program strategis Pemkot Denpasar sebagai langkah pencegahan banjir. Selain pengerukan sedimentasi, Dinas PUPR juga telah merealisasikan pembangunan pompa air di sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami genangan.

"Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai serta meminimalkan potensi banjir, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan aliran sungai," ujarnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Denpasar



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami