Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warga Selat Sibuk Buat Adonan Dodol, Dapur Malah Hangus Terbakar

Minggu, 9 Februari 2020, 12:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Nasib kurang beruntung dialami oleh salah seorang warga Desa Peringsari, Selat, Karangasem. 

[pilihan-redaksi]
Bagaimana tidak, di saat sibuk mempersiapkan adonan dodol yang akan dipakai sebagai salah satu sarana utama dalam upacara yang akan berlangsung di Desa Adat setempat ternyata dapurnya malah kebakaran.

Informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran yang terjadi pada bangunan dapur milik I Wayan Karang (70) warga Banjar Dinas Babakan, Desa Peringsari, Selat, Karangasem terjadi Minggu (09/02/2020) pagi sekitar pukul 03.30 WITA. 

Api melahap bangunan dapur beserta isinya termasuk sekitar 15 karung padi yang tersimpan di dalam dapur tersebut. 

Perbekel Desa Peringsari, I Wayan Bawa dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. 

Menurutnya, malam hari sebelum peristiwa kebakaran terjadi, pemilik sempat memasak santan dan gula untuk persiapan membuat dodol.

“Malamnya korban sempat memasak santan dan gula untuk persiapan bikin dodol, katanya setelah memasak itu api sudah dipadamkan, tetapi kemungkinan masih ada sisa api yang menyala dan didekatnya juga ada banyak kayu bakar,” kata Wayan Bawa.

Sementara itu, saat peristiwa kebakaran tersebut terjadi, upaya pemadaman dilakukan oleh tim pemadam kebakaran dibantu oleh warga sekitar. Dalam peristiwa tersebut api setidaknya menghanguskan dua ruangan yang ada di dalam bangunan dapur 4 kali 6 meter dengan kerugian total ditaksir mencapai Rp.30 juta

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami