Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Album "Semara Ratih" Joni Agung & Double T, Dedikasi untuk Penggemar ABG
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Joni Agung & Double T merilis album ke-7 mereka yang berjudul "Semara Ratih dalam format CD, Rabu (5/2/2020) di Denpasar setelah sebelumnya meluncurkannya dalam format digital pada 2 Februari lalu.
[pilihan-redaksi]
Gung Joni, bercerita di album terbarunya ini memuat 17 lagu plus 3 bonus lagu yang dipersembahkan sebagai wadah refleksi perjalanan band yang hampir mengunjak 17 tahun berkarya.
"Ya selalu berproses untuk mendewasakan diri dan belajar untuk berpikir, berbicara dan bertingkah laku yang diaplikasikan dalam bentuk karya-karya lagu," ungkapnya seperti dikutip dari Inimusik.com.
Konsep "semara Ratih" ini menyasar komunitas dan penikmat karya Joni Agung & Double T yang hampir sebagian besar merupakan Anak Baru Gede (ABG) agar dalam masa transisi menikmati karya baik itu dalam bentuk fisik maupun pertunjukkan selalu mengambil intisari keharmonisan yang ada dalam setiap penyampaian.
Album baru ini diproses selama kurang lebih 1 tahun di stusio Pregina Sanur, namun dengan pertimbangan untuk mengapresiasi para penikmat yang gemar mengoleksi fisik adalah alasan kenapa mereka tetap merilis album fisik.
"Tidak ada target dalam penjualan album kami, hanya komitmen untuk selalu berkarya adalah yang utama. Bagi kami antara seniman dan penikmat ada keterikatan batin dalam mengapresiasi karya dan menjadi keluarga dalam setiap perjalanan," Lanjutnya.
Lebih lanjut disampaikan, beberapa komposisi lagu yang ada dalam album itu mereka mencoba menampilkan beberapa sahabat untuk terlibat dan berkolaborasi seperti; Gus teja dengan sulingnya dalam lagu "Peteng di Kintamani", Gung Jack (soullast) yang ikut bernyanyi dalam lagu "Bukan Aku", Dewa Ayu Trias berduet dengan Joni Agung dalam lagu "Selalu Begitu", tak ketinggalan juga Suradipa ikut terlibat dalam mengisi akustik gitar di lagu "Semara Ratih".
berbagai jenis genre musik coba dipadukan dalam beberapa komposisi, tetap dalam pondasi reggae, seperti lagu "Pak Agus" dengan pengaruh nuansa latin untuk mengajak pendengar menikmati suasana latin. Lagu "Reggae Techno" yang dikemas dalam nuansa reggae berbalut techno. Unsur Rock Steady sangat kental di lagu "Bukan Aku", serta nuansa alam world musik ada pada lagu "Peteng di Kintamani".
Tema-tema lagu yang dituangkan dalam lirik pun tetap mengangkat isu sosial budaya dan asmara kekinian, sehingga untuk penyampaian pesan pun mereka mencoba untuk berbagi sesederhana mungkin sehingga mudah dicerna serta bisa diperdalam maupun dipelruas oleh pendengar.
"Kami seperti melibatkan semua kalangan di album baru ini," tutup Gung Joni.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2024 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun