Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Memuja Leluhur Nusantara di Pura Luhur Medang Kamulan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pujawali Pura Penataran Luhur Medang Kamulan bertepatan dengan Purnama Kaulu dan tahun ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Pebruari 2020. Upacara dipuput oleh 8 Sulinggih dari berbagai wilahyah Nusantara.
[pilihan-redaksi]
Sebelum Rangkaian upacara puncak dilaksanakan simakrama dengan para pemedek yang hadir untuk memberikan dharma wacana tentang upacara dan pemahaman tentang agama Hindu yang universal.
Romo Sepuh Satya Bhuana sebagai juru kunci pura mengatakan upacara ini sangat langka di pulau Jawa karena selain pemujaan terhadap kebesaran Ida Sang Hyang Widi, upacara ini juga dilaksanakan untuk pemujaan terhadap para leluhur Nusantara.
Peradaban Nusantara yang sangat besar dan sejarah yang sangat panjang kini menyisakan berbagai dinamika bahkan banyak masyarakat yang melupakan jati diri mereka, lupa keleluhuran mereka.
Di pura Penataran Luhur Medang Kamulan inilah para spirit leluhur Nusantara dikumpulkan dan dipertemukan dengan para generasi yang akan meneruskan Nusantara ini dimasa depan.
Lebih lanjut Romo Sepuh Satya Bhuana yang masih aktif sebagai Kolonel marinir ini menjelaskan sejarah berdirinya Pura Penataran Luhur Medang Kamulan hingga beliau sendiri mengabdikan hidupnya untuk ngayah sebagai juru kunci di tempat ini.
Pura ini adalah penyatuan spirit Nusantara dan yang tangkil kesini bukan hanya dari umat Hindu tetapi banyak juga dari agama lain yang sembahyang menyembah leluhur mereka. Beliau menyampaikan semua agama tujuannya sama hanya cara saja yang berbeda.
Beliau berharap masyarakat sadar bahwa kita semua adalah saudara harus bersatu membangun NKRI ini tanpa sekat agama.
Sementara itu Ida Rsi Wisesanatha sebagai perwakilan sulinggih dalam dharma wacana menyampaikan tata cara perilaku yang baik dalam menjalankan dharma.
Disiplin, etika, kejujuran dan kemurnian adalah dasar untuk menuju kebahagiaan, kesejahteran dan kedamaian hidup. Agar bangsa ini maju setiap orang harus berupaya keras melatih diri untuk memiliki sikap dasar ini. Jika sikap dasar ini telah dilakukan maka spirit Nusantara akan senantiasa menuntun para wadagnya sebagai generasi yang akan meneruskan Nusantara ini sampai kepada tujuanya Gemah Ripah Lohjinawi.
Upacara puncak dilaksanakan dengan khidmat, dihadiri oleh umat yang berasal dari berbagai daerah di pulau Jawa, Bali dan daerah lainnya di Indonesia. Berbagai tari-tarian sakral dan tari-tarian traditional dipentaskan untuk memeriahkan acara puncak pujawali ini.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2929 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun