Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Soal Sistem Dianggap Menindas, Ini Tanggapan Manajemen Grab
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Terkait protes para komunitas driver Grab Denpasar yang sempat menggeruduk kantor aplikasi Grab di Denpasar belum lama ini yang menilai sistem aplikasi yang dianggap menindas, perwakilan Grab angkat bicara.
[pilihan-redaksi]
Head of Grab Bali Grab Indonesia, Halim Wijaya menjelaskan kedatangan para driver tersebut intinya mendesak manajemen membuat keputusan saling menguntungkan. Bahwasanya, driver Grab menilai sistem yang diberlakukan sekarang khususnya bagi Grab Ride dirasa menindas.
Menangapi hal tersebut, Wijaya menyampaikan, pada saat itu hanya ada beberapa sekelompok driver yang menyampaikan aspirasi. Hal tersebut diakui telah diselesaikan dan disepakati secara baik-baik.
"Mereka hanya menyampaikan aspirasi dan beberapa permintaan yang mana, pada pertemuan yang kedua sudah selesai dan telah disepakati bersama. Saya pikir semuanya sudah baik-baik saja," katanya.
Dikatakan ada miskomunikasi terkait dengan permintaan para driver. Menurutnya, permintaan para driver dinilai cukup wajar.
"Pada tanggal 13 Januari 2020 lalu, kami melakukan pertemuan yang kedua, dan beberapa hal akhirnya di request atau diminta. Yang akhirnya disepakati ada beberapa kesepakatan. Dan kembali saya katakan, semua telah berakhir dengan baik-baik," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7827 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5631 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3528 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan