Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Soal Sistem Dianggap Menindas, Ini Tanggapan Manajemen Grab
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Terkait protes para komunitas driver Grab Denpasar yang sempat menggeruduk kantor aplikasi Grab di Denpasar belum lama ini yang menilai sistem aplikasi yang dianggap menindas, perwakilan Grab angkat bicara.
[pilihan-redaksi]
Head of Grab Bali Grab Indonesia, Halim Wijaya menjelaskan kedatangan para driver tersebut intinya mendesak manajemen membuat keputusan saling menguntungkan. Bahwasanya, driver Grab menilai sistem yang diberlakukan sekarang khususnya bagi Grab Ride dirasa menindas.
Menangapi hal tersebut, Wijaya menyampaikan, pada saat itu hanya ada beberapa sekelompok driver yang menyampaikan aspirasi. Hal tersebut diakui telah diselesaikan dan disepakati secara baik-baik.
"Mereka hanya menyampaikan aspirasi dan beberapa permintaan yang mana, pada pertemuan yang kedua sudah selesai dan telah disepakati bersama. Saya pikir semuanya sudah baik-baik saja," katanya.
Dikatakan ada miskomunikasi terkait dengan permintaan para driver. Menurutnya, permintaan para driver dinilai cukup wajar.
"Pada tanggal 13 Januari 2020 lalu, kami melakukan pertemuan yang kedua, dan beberapa hal akhirnya di request atau diminta. Yang akhirnya disepakati ada beberapa kesepakatan. Dan kembali saya katakan, semua telah berakhir dengan baik-baik," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 508 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 368 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 356 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 313 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun