Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Dosen Fisika Unud Ciptakan Alat Pengendali Burung Elektronik Guna Tekan Kerugian Petani
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dosen Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana I Gde Antha Kasmawan berhasil membuat alat pengendali burung elektronik.
[pilihan-redaksi]
Alat pengendali burung dengan keluaran bunyi implulsif 3 KHz dan intensitas 123,7 dB tersebut diklaim mampu menghalau hama burung Bondol Peking dengan satu tembakan bunyi dan Bondol Jawa dengan 3 tembakan bunyi pada jarak 0-5 meter.
"Pada jarak 5-10 meter hanya mampu menghalau gondol Peking dengan 2 tembakan bunyi. Jadi alat ini sangat efektif pada jarak 0-5 meter," kata Anta Kasmawan saat memaparkan hasil penelitiannya pada ujian terbuka promosi doktor Ilmu Pertanian di Denpasar pada Kamis (19/3).
Suami dari drh. Ida Ayu Ketut Susantun, S.Kh ini menyampaikan penelitian dan pembuatan alat dilatarbelakangi oleh permasalahan kerugian yang dialami petani akibat serangan hama burung. Dimana tingkat kerugian petani akibat serangan hama burung dapat mencapai kisaran 75%.
Pria kelahiran Jegu, 24 Juni 1967 ini memaparkan jika selama ini petani cenderung mengusir hama burung dengan cara konvensional seperti menggunakan kepuakan, kentongan dan kincir angin.
"Paling umum menggunakan kepuakan, yang frekuensi sekitar 1205 Hz dan intensitas 105,7 dB," papar ayah dari Gilang Dharmaksi dan Pijar Candra Mahatagandha.
Desain alat penghalau hama burung yang diciptakan oleh Antha Kasmawan menggunakan rakaian elektronik berbasis isolator gelombang persegi 3 KHz, speaker 8 inchi dan catu daya dari aki kering 12 volt. Alat tersebut mampu menghasilkan intensitas bunyi 123,7 dB dengan jarak maksimal 10 meter.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan