Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Dosen Fisika Unud Ciptakan Alat Pengendali Burung Elektronik Guna Tekan Kerugian Petani
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dosen Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana I Gde Antha Kasmawan berhasil membuat alat pengendali burung elektronik.
[pilihan-redaksi]
Alat pengendali burung dengan keluaran bunyi implulsif 3 KHz dan intensitas 123,7 dB tersebut diklaim mampu menghalau hama burung Bondol Peking dengan satu tembakan bunyi dan Bondol Jawa dengan 3 tembakan bunyi pada jarak 0-5 meter.
"Pada jarak 5-10 meter hanya mampu menghalau gondol Peking dengan 2 tembakan bunyi. Jadi alat ini sangat efektif pada jarak 0-5 meter," kata Anta Kasmawan saat memaparkan hasil penelitiannya pada ujian terbuka promosi doktor Ilmu Pertanian di Denpasar pada Kamis (19/3).
Suami dari drh. Ida Ayu Ketut Susantun, S.Kh ini menyampaikan penelitian dan pembuatan alat dilatarbelakangi oleh permasalahan kerugian yang dialami petani akibat serangan hama burung. Dimana tingkat kerugian petani akibat serangan hama burung dapat mencapai kisaran 75%.
Pria kelahiran Jegu, 24 Juni 1967 ini memaparkan jika selama ini petani cenderung mengusir hama burung dengan cara konvensional seperti menggunakan kepuakan, kentongan dan kincir angin.
"Paling umum menggunakan kepuakan, yang frekuensi sekitar 1205 Hz dan intensitas 105,7 dB," papar ayah dari Gilang Dharmaksi dan Pijar Candra Mahatagandha.
Desain alat penghalau hama burung yang diciptakan oleh Antha Kasmawan menggunakan rakaian elektronik berbasis isolator gelombang persegi 3 KHz, speaker 8 inchi dan catu daya dari aki kering 12 volt. Alat tersebut mampu menghasilkan intensitas bunyi 123,7 dB dengan jarak maksimal 10 meter.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2437 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1934 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun