Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 12 Oktober 2026
Buleleng Batasi Porsi Pembelian Gula untuk Kebutuhan Sehari-hari
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ketersediaan stok pangan atau Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Buleleng masih tergolong aman. Walaupun hingga saat ini masih dilanda pandemi Covid-19. Bahkan kedepannya, hingga menjelang hari raya idul fitri stok pangan terpantau masih mencukupi.
[pilihan-redaksi]
Pernyataan tersebut dikatakan Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkopukm), Drs. Dewa Made Sudiarta saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/4).
Bahan-bahan pokok yang tersedia baik itu di pengepul maupun di pasar seperti beras, tepung, telur, daging, cabai, bawang merah, dan bawang putih masih aman. Tidak hanya itu, bahkan beberapa harga bahan pokok sudah mengalami penurunan. Terkait dengan dampak pandemi Covid-19, daya belanja masyarakat terlihat berbeda dengan hari-hari biasanya.
Sebagian besar masyarakat bisa mengatur kapasitas belanja sesuai dengan kebutuhannya saja.
“Itu yang kami harapkan saat ini, dan kami juga tetap menghimbau kepada masyarakat untuk membeli bahan pokok sesuai kebutuhan, karena kita semua tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir,” ujar Dewa Sudiarta.
Pemerintah pusat, provinsi maupun daerah, lanjut Dewa Sudiarta juga telah melakukan langkah-langkah strategis dalam mengantisipasi terjadinya gejolak harga ditengah pandemi ini. Yang terpenting dalam kondisi saat ini, distribusi bahan-bahan pokok kepada masyarakat agar terjamin kelancarannya. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buleleng juga tetap melakukan pemantauan.
Selain di pasar tradisional, pemantauan terhadap pasar-pasar modern juga sudah dilakukan. Kebijakan pada pasar modern seperti salah satunya pembatasan porsi belanja terhadap masyarakat sudah diterapkan.
“Seperti supermarket dan minimarket kita lihat sudah mengeluarkan kebijakan, salah satunya membatasi porsi pembelian gula untuk kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
Memang secara umum ketersediaan dan harga bahan pokok di Buleleng tergolong stabil dan mencukupi. Namun ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga yakni gula pasir hingga dua minggu terakhir. Hal ini dikarenakan Buleleng menerima pasokan gula dari jawa.
Rencananya kedepan pemerintah akan melakukan impor gula, sehingga diharapkan nantinya harga dan ketersediaan gula pasir kembali stabil.
“Untuk mengimbangi pemanfaatan gula pasir, kita akan dorong masyarakat untuk memanfaatkan gula aren seperti yang dihasilkan di Desa Pedawa yang juga baik untuk dikonsumsi,” jelas Dewa Sudiarta.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4191 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1960 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1787 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1494 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1115 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan